SEJARAH ISLAM YANG HILANG
Menelusuri Kembali Kekayaan Muslim pada Masa Lalu
FIRAS AL KHATEEB
SATU
ARAB PRA-ISLAM
Daratan hijaz yang terletak di barat semenanjung Arab dapat digambarkan dengan 2 kata: Kering dan panas. Suhu pada musim panas mencapai 37 derajat Celsius. Terdapat bukit-bukit pasir yang menandakan tiada tetumbuhan hijau atau pemukiman tetap. Pada awal 600-an M dataran bangkit lah sebuah gerakan baru yang mengubah sejarah semenanjung Arab dan dunia.
GEOGRAFI
Semenanjung Arab memiliki luas lebh dari dua juta kilometer persegi dipojok pojok barat laut benua Asia. Terletak di posisi strategis yakni di antara Asia, Afrika, dan Eropa. Namun hal ini diabaikan oleh banyak pihak luar, seperti mesir kuno yang memilih meluaskan wilayahnya ke Bulan sabit subur dan Nubai daripadake padang pasir Arab. Aleksander Agung dan kekaisar Roma tak mampu beradaptasi dengan kerasnya dataran ini sehingga gagal untk menguasainya.
Tak ada yang dapat menyalahkan pihak luar yang mengabaikan daerah ini, karena iklim kering dan hujan tak pernah turun didaerah ini karena tertahan oleh dataran yang naik. Sehingga hanya ada palung kering yang disebut wadis memanjang di sepanjang dataran bahkan tidak dapat dikatakan sebagai sungai.
Saat hujan turun, wadis menjadi jalur air mengalir yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman musiman disana,namun setelah hujan tidak turun lagi dataran ini menjadi kering dan tidak bermanfaat lagi. Terdapat oasis-dataran subur kecil yang dikelilingi gurun yang luas lebih bisa diandalakan daripada wadis tersebut sebagai tempat tinggal atau singgah orang yang sedag bepergian.
SUKU ARAB
Kebudayaan Arab terbentuk darai kerasnya lingkungan yang menjadi tempat tinggal. Ketidakmampuan gurun mendukung kebudayaan bermukim,menjadikan orang arab hidup nomaden ke tempat yang lebih subur.
Dalam teori etimologi Arab secara bahasa berarti berkelana atau nomaden. Orang arab selalu berpindah ke tempat yang terdapat oasis atau sumur yang dapat diandalkan untk bertahan hidup, setelah musim panas ereka akan bermigrasi ke dekat Yaman , tempat turunnya hujan dan tanah yang subur untuk ternak mereka.
Saat hujan berhenti dan musim kering dating lagi, pada musim semi mereka akan kembali ke oasis atau sumur untuk musim panas selanjutnya.siklus ini dijalani oleh orang Arab sejak lama bahkan masih dilakukan oleh orang Arab Badui yang tinggal di padang pasir Arab.
Banyaknya ancaman menuntut orang arab untuk saling bergantung terhadap kerabat dan menghilangkan sifat individualism untuk mempertahankan hidupnya.
Keluarga merupakan unit terpenting dalam masyarakat arab,dan sekelompok keluarga akan pergi bersama-sama yang disebut kabilah atau klan. Beberapa klan dipimpin seorang kepala suku yang disebut sheikh.
Untuk mempertahankan aggota, tanah berumput, dan kawanan ternak suku-suku tersebut akan melakukan peperangan yang berlangsung lama bahkan dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan memakan banyak korban.
Dalam masyarakan nomaden seperti ini ungkapan artistic sulit disalurkan, bahkan kebudayaan kuno mesir dan Yunani seperti menyelesaikan patung tidak ada. Namun mereka memiliki hasrat untuk menemukan keindahan yang akhirnya muncl bentuk baru : bahasa, yang merupakan ungkapan artisik.
Puisi merupakan seni de facto di Arab, syair epos panjang yang memuja sukudan kepahlawananmenjadi karya seni terbesar mereka.tujuh syair terhebat pra-Islam dikenal sebagai muallaqat, yang berarti yang tergantung. Dikatakan demikian karna karya tersebut digantung di dinding kakbah atau di hati orang Arab. Namun tetapsaja tulisan masih langka di Semenanjung Arab.
Pada500an Masehi bahas tertulis pernah ada, tetapi mereka lebih memilih mengafalkan ribuan baris sajak yang kemudian akan disampaikan kepada generasi selanjutnya, yang nantinya menjadi bukti kecakapan vital begitu Islam masuk pada 600-an Masehi.
Agama orang arab pra-Islam hampir semuanya polities, yang mempercayai bahwa nabi Ibrahim dan Ismail membangun kakbah di lembah mekah untuk pemujaan satu Tuhan yakni Allah. Namun anak-cucu Ismail mendistorsi ajaran ini dengan membuat patung-patung yang mencerminkan sifat Tuhan. Akhirnya orang arab beranggapan bahwa Allah hanyalah salah satu dari banyak tuhan yang berwujud patung,
Hal ini jauh melenceng dari ajaran nabi Ibrahim dan Ismail serta mencerminkan pengaruh agama sumeria. Masyarakan Kristen danYahudi masih terdapat di Semenanjung Arab. Penganut monoteismemenghindari asimilasi dengan penganut politeisme arab, sehingga terciptalah masyarakan yang picik.
TETANGGA ARAB
Meskipun berada di gurun Semenanjung Arab, bangsa Arab tidak terisolasi dari para tetangganya.Romawi menjadi adikuasa regional disepanjang perbatasan utara semenanjung, menegakkan kendali wilayah tersebut degan memadamkan pemberontakan Yahudi di suriah palestina. Dengan begitu mitrakerja yang kaya dan kuat secara berkala melintasi bagian barat semenanjung dari Yaman ke Suriah, dengan emeperdagangkan barang-barang dari tempat jauh.
Di sebelah timur laut Arab terdapat Plato iran. Kebangkitan Dinasti Sassanid menghadirkan persaingan panjang antara Persia dan Romawi yang berdampak pada bangsa Arab. Baik Romawi maupun Persia memanfaatkan suku-suku arab yang memeluk agama kriste untuk menjadi wakilnya. Hingga persekutuan sua suku Arab ini berkembang menjadi Negara sekutu untuk membentuk kekuatan besar. Penguasa Ghassanid membentuk kerajaan yang meliputi Yordania, Suriah, dan Palestina.sedangkan Lakhmidsmengontrol Mesopotamia Selatan dan Persia. Namun persaingan diantara kedua belah pihak ini perlahan melemahkan seluruh pihak. Mereka tertekan karena hanya menjadi pion dalam konflik tersebut. Tetapi, kebanyakan suku Arab lebih memilih utuk melanjutkan perdagangan yang menguntugkan dengan dua kekasisaran tersebut daripada memutuskan pemenangnya.
Di sebelah selatan semenanjung Arab terdapat kerajaan Aksum yang kuat di Abyssinia, Ethiopia sekarang. Yang merupakan tempat persimpangan perdagangan, sehingga berpengaruh besar bagi pedagang Arab yang berdagang dengan orag Askum di Yaman.tak berbeda dengan Romawi, Aksum juga bersitegang dengan persiadalam beberapa hal. Pengendalian perdagaganmenjadi sumber konflik karena kedua pihak menjadikan pemimpin lokal sebagai pengikutnya.
Dalam globalisasi dunia, pada awal 600-an Masehi bangsa arab menyadari bahwa keberadaan tetangga dan peristiwa yang terjadi berpengaruh baginya. Berada dipersimpangan tiga Negara besarmembuat mereka mafhum akan politikdan memiliki keahlian memanfaatkan persaingan demi keuntungan mereka.
Meskipun tinggal di daerah yang berbahaya,bangsa arab aman di tengah gurun yang disebut Jazirat Al-Arab yang berarti pulau bangsa arab. Yang menjadikan tak satupun Negara yang ingin mendudukinya. Hingga bangkitlah gerakan yang mengubah nasib bangsa Arab selamanya, dengan membangun dan memanfaatkan kemampuan uniknya serta menghilangkan budaya negative yang ada.
Factor geografi, iklim,dan politik membuat lingkungan sempurna tempat islam berkembang dibandingkan gerakan manapun. Kekuatan ini menyapu padang gurun pasrir, memasuki Romawi dan Persia,menaklukkan berbagai wilayar dan mengasimilasi beragam bangsa, serta menciptakan imperium yang membentang dari spanyol sampai India.
Semua itu tercapai karena kehadiran revlusioneryag sanggup melangkahi padang pasir Arab: Muhammad.
DUA
KEHIDUPAN SANG NABI
Nabi Muhammad lahir di kota Mekah pada 570 M. Berasal dari Klan Bani Hashim, suku yang mengendalikan pusat perdagangan dan agama di jantung di semenanjung Arab.
Awal Kehidupan
Nabi Muhammad hidup dengan kesusahan, Abdullah, ayahnya meninggal saat melakukan perjalanan berdagang ke Yasrib sebelum ia lahir. Aminah, Ibunya wafat saat belia beruasi enam tahun. Kemudian ia dirawat oleh kakeknya selama dua tahun sebelum akhirnya wafat. Kemudian ia tinggal dengan pamannya, Abu Thalib. Status yatim piatunya membuat ia dipandang rendah.
Beliau menemani pamannya berdangang. Reputasinya sebagai pedagang yang jujur membuatnya mendapat gelar as-sadiq dan al-amin, yang berarti benar dan dapat dipercaya. Pada usia 20 tahun, kejujurannya membuat Khadijah menyukainya dan pada umur 25 tahun Khadijah melamar dan menikahinya.
Meskipun hidup diantara orang-orang penyembah berhala, Nabi Muhammad tidak mengikuti ajaran tersebut, ia lebih suka menyendiri di dalam gua dan merenungi nasib kota Mekah.
Wahyu Pertama
Pada 610 M, nabi muhammad menerima wahyu pertamanya di gua dengan perantara malaikat Jibril yakni Q.S Al-Alaq [96],1-5. Kemudian beliau bergegas pulang dan memberitahu Khadijah tentang peristiwa tersebut. Khadijah mempercayai perkataan Nabi Muhammad dan secara langsung menyatakan diri untuk masuk Islam dan mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Selain Khadijah para sahabat juga menyatakan diri masuk Islam. Dahwah Nabi Muhammad dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Ayat-ayat Al-Quran yang turun disebarkan kepada masyarakat, memperjelas bahwa ajaran yang ada di Mekah sangatlah berbeda dengan Islam. Selain itu juga disampaikan tentang adanya hari pembalasan serta mencela penyakit sosial di Mekah yang membedakan status dan melakukan penindasan terhadap orang Muslim. Keyakinan Monoteisme ini mengancam ekonomi penganut politeisme yang mengandalkan tradisi ziarah di kakbah untuk menghormati patung yang ada di sana, yang telah dijadikan ladang bisnis yang menguntungkan.
Penyiksaan
Komunitas muslim menjadi semakin besar untuk diabaikan Quraisy. Ketika orang Quraisy melihat muslim yang tengan beribadah, mereka mencemooh orang muslim dan cara beribadahnya.
Awalnya, Quraisy merasa tenang, menganggap komunitas kecil ini merupakan kelaziman yang dapat diejek. Hingga mereka mengetahui daya tarik agama baru ini. Monoteisme, keadilan sosial, kesetaraan dan ketundukan kepada perintah Tuhan merupakan teori yang mengancam Quraisy dan mereka menarik kesimpulan untuk menyingkirkan Muhammad.
Akan tetapi hal ini tidak dapat dilakukan karena beliau mendapat perlindungan dari pamannya, Abu Thalib yang merupakan pemimpin Bani Hashim yang memegang ktruktur dan aturan sehingga nabi Muhammad tidak dapat disakiti. Suku Quraisy memutuskan untuk mengancam dan menganiaya mereka dengan harapan dapat memadamkan semangat bagi yang ingin bergabung dengannya. Pelecehan dan pencabutan hak muslim di Mekah dan nabi Muhammad tidak dapat menghentikan penindasan tersebut.
Untuk mencegah penyebaran Islam di luar Mekah, Quraisy mengirim utusan untuk mengejar pengungsi Muslim yang berniat ke Abbasiyah untuk mendapatkan janji perlindungan dari Raja kristen, Negis. Namun hal tersebut tidak berhasil karena Jafar telah lebih dulu menyampaikan ayat-ayat Quran, dan ia menolak pengabaian terhadap muslim.
Akan tetapi meskipun muslim tidak dapat melarikan diri, Islam akan tetap berkembang di luar Mekah dari para pengunjung Kakbah yang mungkin melihat dakwah nabi dan membawa ajaran tersebut ke kampung halamannya.
Pada 617 M, Quraisy memboikot Bani Hashim, tak ada yang melakukan transaksi bisnis maupun menikahi mereka, bahkan mereka diasingkan di lembah tandur, di luar Mekah. Tekanan ini membuat muslim kelaparan, terisolasi dan kesulitan ekonomi bahkan non-Muslim yang ada di situ juga merasakan dampaknya. Namun beberapa muslim yang tak berasal dari Bani Hashim berusaha untk terus membantu. Boikot ini tidak menghentikan dakwah nasi Muhammad. Akan tetapi, boikot ini menimbulkan dampk nyata dan mengakibatkan banyak korban berjatuhan termasuk Khadijah dan Abu Thalib. Kehilangan ini membuat umat muslim semakin terancam.
Sampai akhirnya Nabi Muhammad memilih untuk berdakwah di kota lain, Taif. Beliau menemui pemimpin suku Thaqif, namun mereka menolak untuk memberikan perlindungan dalam bentuk apapun bahkan mereka menghina dan melempari batu saat beliau berjalan keluar kota tersebut.
Setelah mendapatkan semua perlakuan itu nabi Muhammad menyadari perlunya perubahan radikal agar Islam bertahan, dan peluang itu muncul dari Yasrib. Dua suku Yasrib, Aws dan Khazraj dalam perebutan kekuasaan yang mematikan, selain itu suku Yahudi masih ada di tengah penduduk arab Lokal. Hal ini membuat pemimpin Yasrib menawarkan emigrasi ke Yasrib guna menjadi pemimpin dan penengah dalam perselisihan dan nabi menerima tawaran tersebut. Di Yasrib (Madinah) Nabi menyebarkan agama Islam dan mendaptkan keamanan dari penindasan Quraisy.
Madinah
Hijrah nabi Muhammad menjadi titik balik sejarah Islam, komunitas Muslim akan merubah Mdinah menjadi negara muslim pertama. Namun, kehidupan di Madinah tetap menantang karena keterpaduan antara emigran Mekah (Muhajirin) dan penduduk asli (Ansor) serta emigran lainnya yang merupakan perpaduan dari banyak komunitas.
Untuk itu nabi Muhammad merubah gagasan Pra-Islam tentang kesetiaan dan diganti dengan kesetiaan kepada ummat, negara Islam. Dalam pandangan ini tidak memperdukikan dari suku mana ia berasal saat sudah memeluk Islam maka ia menjadi bagian dari komunitas persaudaraan.
Tata politik dan sosial dimodifikasi dalam naskah piagam Madinah. Piagam ini memberikan kebebasan kepada kaum Yahudi untuk menjalankan keyakinannya, namun harus mengikuti otoritas politik nabi Muhammad, dan bergabung melawan serangan Quraisy.
Wahyu yang turun merinci bentuk peribadatan, perpajakan, warisan, dan hubungan antara muslim dan non muslim setta cerita Nabi terdahulu. Dari hal tersebut ditemukan banyak persamaan dengan kaum yahudi. Namun Yahudi tidak dapat menerima kenabian Nabi Muhammad, hal ini menjadi problematika diantara 2 kaum.
Peperangan
Kepedihan yang dirasakan kaum Muhajirin masih membekas akibat perlakuan Quraisy. Namun, kaum musllim tidak mendapatkan izin untuk memerangi Quraisy. Akan tetapi, setelah turunnya wahyu Q.S. Al.Hajj, 22); 39-40) yang menegaskan bahwa perang diizinkan, bahkan wajib saat islam ditindas.
Pada 624 M, terjadi perang badar yang dipimpin Hamzah, paman Nabi, dengan mengerahkan 300 pasukan dan berhasil memukul mundur pasukan Mekkah dan menahan banyak tawanan meskipun pasukan Quraisy jauh lebih besar.
Untuk membalas kekalahannya, Quraisy kembali mengerahkan pasukan yang lebih besar untuk mengganggu Madinah dan menurunkan pamor Nabi Muhammad mereka berkemah di balik gunung Uhud dan merusak pertanian disekitarnya. Nabi Muhammad tidak tinggal diam, beliau mengerahkan pasukan lagi untuk menyerang Qurasy. Namun dalam perang ini kemenangan berada di pihak Quraisy dan Hamzah terbunuh.
Perang Uhud tidak dapat meruntuhkan islam dan otoritas Nabi. Namun mampu menciptakan ketegangan antara Yahudi dan Muslim.
Ima tahun seteah hijrah, pasukan Mekakah mengepung Madinah dengan bantuan suku Yahudi, Madinah, Bani Quraisy, Namun hal ini tidak membuahkan hasil.
Imigran Persia bernama Salman menyarankan Nabi Muhammad untuk membuat parit disekeliling kota. Untuk menghalangi kepungan pasukan Mekkah, perang Parit menjadi kegagalan bagi kaum Quraisy terlebih bagi Bani Quraisy yang telah melanggar piagam Madinah dan harus dijatuhi hukuman.
Kemenangan
Setelah posisi aman, Nabi Muhammad melakukan perjanjian dengan Quraisy dengan enyerahkan 1500 pasukan ek Mekaah dengan tujuan untuk berhaji dan menghasilkna perjanjian Hubaibiyyah yang berisi bahwa mereka Quraisy) akan emngosongkan Mekkah selama 3 hari agar Nabi dan pengikutnya dapat berhaji dan harus kembali pada tahun ini juga dan gencatan senjata selama perjanjian ini memberikan waktu kepada Nabi Muhammad untuk mengembangkan islam dengan mengirimkan pendakwah ke penjuru Arab.
Setelah 2 tahun beliau Quraissy melancarkan serangan, hal ini merupakan pelanggaran atas perjanjian 4 Nabi mengerehkan seluruh pasukannya, saat itulah orang Mekkah menyadari merka tidak mengerahkan seluruh pasukannya. Saat itulah orang Mekah mneyadari mereka tidak akan mengelahkan Nabi. Usaha negoisasi pun tidak berhasil dilakukan. Pada 630 M, pasukan 10 ribu umat muslim berbaris menuju Mekkah dan menjadikan kemenangan sebagai hasilnya. Kemenangan atas tanah kelahiran diangap sebagai kemenangan akhir atas politeisme. Ratusan berhala dihancurkan.
Banyak orang Arab menyerah kepada beliau. Periode Jahiliyah dihapuskan. Kembalinya Nabi Muhammad ke Mekkah adalah ha luar biasa, beliau telah megalami banyak hal ditempat itu. Dan sekarang sekuruh muslim meyakini bahwa islam itu istimewa.
Berakhirnya Kenabian
Saat menaklukkan Mekkah Nabi Muhamaad berusia 60 Tahunm dengan ucapannya dan wahyu Quran prinsip ajaran islam diformalkan. Tatanan social baru telah disibak dengan meninggalkna kesukaan menjadi nasionalisme.
Setelah itu, beliau kembali ke Mekkah untuk memnuhi janjinya menjadi pemimpin di Madinah. 632 M beliau menempuh bagi yang terakhir, beliau menyampaika tentang keamaan derajat dan memuliakan wanita. Kemudian ia kembali ke Madinah orang-orang terpelajar di kirim ke berbagai dareha unuk menyebarkan islam.
Setelah 23 tahun menjadi nabi, tugasnya pun selesai, Al-quran dan dicatat dalam lembaran kulit daun dan tulang serta di hafalkan oleh sahabat.
Pada awal musimpanas 632 M, beliau jatuh sakit, hingga tak dapat mengimani sahabat bahkan untuk berdiri pun di bantu oleh Ali dan Abbas dan menunjuk Abu Bakar sebagai imam beliau menghabiskna waktu terakhir di rumah di pangkuan sang istri Aisyah. Saat itu nabi sering membicarakan mengenai kematian, seluruh orang terdekatnya berharap muncul tanda penulisan. Namun sayangnya pda 8 Juni 632 beliau menghembuskan nafas terakhir.
TIGA
KHULAFAUR RASYIDIN
Wafatnya nabi Muhammad menyebabkan kesedihan di Madinah, selain itu juga muncul pertanyaan siapa yang akan memimpin setelah nabi wafat. Hingga akhirnya, Umar mencalonkan Abu Bakar sebgaia pemimpin berikutnya. Dialah orang kedua yang menerima kenabian Muhammad dan juga yang menemani setiap perjalanannya bahkan ia ditunjuk sebagai imam di saat=saat terakhir nabi Muhammad.
Abu Bakar
Pada 632, Abu Bakar mendapat gelar Khaliat-ul-RAsul, Penerus Utusan Rasul yang bertugas menjadi pemimpin politik degan mengikuti keteladanan yang diberikan nabi Muhammad sewaktu memimpin Madinah.
Demi menegakkan keberlannjutan tujuan politik nabi Muhammad, Abu Bakar mengirimkan pasukan utnuk melawan Bijzantium sebagai balas dendan atas konfrontasi sebelumnya. AKan tetapi ada ancaman yang lebih berbahaya, yakni suku badui memulai melakukan pemberontakan dengan dasar mereka hanya akan setia dengan islam pada saat pimpinan nabi Muhammad mereka membenci pemerintahan yang terorganisi, seta munculnya pengakuan Musailamah sbagai nabi.
Abu Bakar menunjuk Khalid bin Walid sebagai komandan untuk meredam pemberontakan. Upaya ini berhasil memukul mundur pemberontakan bahkan Musalamah terbunuh.
Pada 633,perang melawan kemurtadaan selain demi Arab bersatu sebagai negawa kkaum muslim, terhapuslah pertanyaan tentang kesetiaan pada islam dan kepemimpinan politik sepenigggal nabi.
Pada masa Abu BAkr di wujudkannya pelestarian Al-Quran dalam bentuk tertlis dengan menyampiakan naskah yang telah ditulis oleh sekretaris pada masa nabi.
Kekhalifahan Abu Bakar hanya berangsung 2 tahun hingga dia menutup mata.Namun dalam waktu singkat ini, ia mamoou menstabilkan Negara islam dengan melemahkan kekuatan imperal di utara.Selain itu juga memberikan teladan peran khalifah dalam umat islam dan memilih penerusnya yakni Umar bin Khatab
Umar
Layakya Abu Bakar, Usman juga memeluk islam sejak awal dan menemani nabi Muhamaad dalam memperjuankan islam.
Pada masa kekhalifahannya, Umar tidak lagi mengatsi masalah stabilitas politik atau berkelanjutan agama. Ia melakukan penaklukan di berbagai daerah. Pada awalnyaia menaklukkan Mesopitamia dan Suriah dengan memanfaatkan keadaan Byzantium dan Sassanid yang melemah dan melakukan serangan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid untuk menuju Persia dan Yasid ke Suriah.
Dan akhirnya meslim berhasil memukul mundur mereka. Pada September 635 pasukan muslim dapat menaklukan Damaskus, Umar menjanjikan perlindungan dari gangguan selama upeti dibayarkan. Kaisar Byzantium berniat untuk memukul balik pasukan muslim dengan mengikutinya ke Yarmuk. Namun usaha tersebut dapat dikalahkan oleh pasukan muslim, dan satu per satu kota Suriah beralih tangan ke muslim.
Pertempuran pun berlanjut ke Mesir dan kembali muslim dengan cepat menaklukannya. Kekalahan ini sangat merugikan kekaisaran.
Setelah itu Umar memberhentikan Khalid dan mengangkat Mu;awiyah sebagai gubernur di provinsi baru, Mu;awiyah berhasil menjadikan porvinsi ini sebagai jantung ekonomi dan polotik dunia islam selama 20 tahun.
Pada 637 M, Umar mendatangi peyerahan Jerusalem, disitu gubernur mengizinkan Yahudi beribadah seperti Kristen di Jerusalem. Namun Umar menegaskan bahwa islam juga memiliki hak atas kota yang menjadi tempat isra miraj nabi Muhammad. Umar engutus pembersihan kuil Sulaiman dan membangun masjidil Awsa sebagai tempat suci ketiga umat islam.
Beralih ke kaisaran Sassanid. Umar mengirimkan pasukannya ke Mesopotamia yang dipimpin oleh Saad bin Abi Cuaqqas. Untuk menguasai Irak muslim perlu mengambil alih Ctesiphon, ibu kota Sassanid, setelah 2 bulan pengepungan akhirnya ibu kota ini jatuh ke tangan muslim.
Masa khalifah Umar patut di perhatikan bukan hanya karena penaklukan militer, namun juhga pemerintahan di wilayah taklukan yang mampu membawa kemakmuran di bidang ekonomi bagi bangsa Arab.Ia juga merubah masyarakat perampas menjadi kekuatan regional ekspansi cepat yang di barengi stabilitas social menunjukkan kemampuan yang luar biasa sebagai pemimpin dan administrator.
Pada 644, kekuasaan Umar berakhir kerna ia dibunuh oleh budak Persia yang iri terhadapnya. Kemudian ia menyuruh majelis yang berisi eanm pemimpin untuk memilih penerusnya dan mereka memilih Utsman bin Affan.
Utsman
Utsman mengandalkan pengalamannya soal tata Negara sebelum islam untuk mengambil keputusan. Melihat kinerja saudaranya, Muawiyah sebagai gubernur Suriah,Utsman menunjuk saudaranya Abdulah bin Saad sebagia gubernur Mesir dan sepupu yag lain di Irak dengan harapan mereka akan bekerja baik seperti di Suriah.
Untuk melanjutkan langkah dan penekanan Umar dalam militer, Utsman memerintahkan pembangunan armada angkatan laut untuk meninggalkan setiap serangan Byzantum. Hal ini mampu memperluas pengaruh hingga ke laut tengah. Penaklukan berlanjut didataran rendah hingga pasuka muslim memaksa masuk ke jantung Persia untuk menaklukan kerajaan Sassanid. Namun hal ini justru memakan lebih banyak korban dari pasukan muslim.
Pda 650 M, Iran dikuasai dan 651, Khurasan dapat diambil alih, akan tetapi ekspansi militer yang dilakukan tak secepat 2 khalifah sebelumnya. Keadaan di perburuk ketidakpuasan atas kebijakan pemerintahannya, terlebih lagi karena ia menunjuk saudara Ummayahnya, Selain itu keadaan ekonomi pun merosot karena kelambanan ekspansi yang dilakukan.
Pada 656, sekelempok tetara dari Mesir dating untuk memprotesnya, Usman hanya berjanji akan menyeleseikannya dengan adil, namun dalam perjalanannya pulang mereka menahan surat yang diduga ditulis usman yang memerintah agar mereka dihukum mati. Akhirnya mereka kembali dan membubunh Usman.
Ali
Kekhalifahan Ali dipilih oleh para pemberontak yag telah membunuh USman dengan dasar bahwa Ali adalah saahabat yang paling dihormati dan masih hidup. Ia juga memiliki hubngan dengan Nabi, sepupu, dan menantu. Ali awalnya menolak hal ini namun ia diyakini oleh tokoh utama lain di Madinah.
Dimasa ini Ali mendapatkan persoalan yang amat sulit yakni menyeleseikan pembunuhan Usman, bahkan Mu;awiyah bersumpah tidak akan setia apabila Ali tidak membunuh pemberontakan tersebut. Namin disisi lain Ali tidak bisa melakukan hal ini karena dengan melakukannya maka akan muncul kemungkinan adanya pembunuhan dirinya dan menghindari adanya pertumpahan darah dunia islam.
Kemudian ia mengambil keputusan untuk memindahkan ibu kota ke Kufa yang memiliki banyak dukungan terhadap nya, tetapi datanglah sekelompok kekuatan untuk emyakinkan Ali untuk embunuh pemberontakan tersebut bahkan terlihat ZUbair dan Aisyah ikut memimpin. Namun Ali tetap kukuh dengan keputusannya dan berhati-hati dalam pegambilan keputusan.
Akhirnya tahun 656, kedua pasukan bertemu dipadang dekat Basra Irak Selatan. Kedua belah pihak menyetujui untuk tidak melakukan perang saudara. Namun pihak ekstremis yang tidak taat kepada pemimpinnya saling menyerang meskioun sudah ada ngoisasi antar pemimpin mereka yang akhirnya terjadi perang unta dan merugikan kedua belah pihak. 2 sahabat nabi terbunuh, Aisyah dan Ali berhasil melarikan diri.
Untuk menghindari pertumpahan darah lagi Ali memutuskan melakukan aebotrase dengan Muawiyah dan hasilnya penengah member solusi untuk menurunkan Ali dan Muawiyah. Sekelompok orang tidak setuju dengan keputusan tersebut dan mereka mengumpulkan Ali karena menempatkan posisi politik kepada manusia bukan Allah. Sekelompok orang ini menjadi kelompok fanatic yang disebut Khawarij dan membunuh Ali. Hingga akhirnya kekhalifahan jatuh di pundah Muawiyah.
EMPAT
PENDIRIAN NEGARA ISLAM
Muawiyah
Meskipun telah dilakukan Arbitrase, perselisihan antara Ali dan Muawiyah tak pernah menemukan titik terang. Perpecahan de facto antara kekuasaan kekuasaan Muawiyah dan Ali menandai tahun terakhir kekhalifahan Ali. Muawiyah bebas memperluas kekuasaan di wilayah yang pernah diduduki oleh Ali setelah Ali wafat.
Meski demikian Muawiyah dibenci oleh Turki. Karena mereka memandang bahwa seharusnya kekhalifahan diwariskan kepada anak Ali yang bernama Hasan. Untuk menghindari peperangan demi memperebutkan kekuasaan, Muawiyah melakukan negosiasi perjanjian dengan Hasan, hasilnya Hasan memilih untuk menyerahkan klaim kepemimpinannya dan berfokus untuk kegiatan ibadah dan ilmu pengetahuan.
Perubahan sistem kekhalifahan menjandi Monarki dilakukan oleh Muawiyah. Ia mulai meninggalkan jejak sederhana dan bersahaja seperti khalifah sebelumnya dan mewarnai kekhalifahannya dengan budaya kekaisaran Roma dan Sassanid.
Untuk mengurangi perpecahan politik, Muawiyah berfokus untuk memprluas batas-batas kekhalifahan. Ia meneruskan ekspansi yang pernah dilakukan oleh Umar ke Byzantium. Kemudian dilanjutkan ke Afrika Utara. Pada 680, pasukan ummayah melakukan penaklukan melintasi Maghribi ke samudra Atlantik.
Konflik Suksesi
Penekanan pada kesatuan dan keharmonisan politik merupakan ciri kekhalifahan Muawiyah. Dan mengambil cara memotong kemungkinan perang suksesi dan menjadikan kekhalifahan berdasarkan keturunan untuk menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.
Namun, pemilihan Yazid tidak terlepas dari kontrovensi. Kehidupan Yazid yang penuh dosa cukup untuk menjadi alasan bagi para pemberontak. Permasalahan menjadi semakin pelik saat orang irak ingin Husein, keturunan Alilah yang menyandang gelar Khalifah. Yazid mengirimkan gurbernur baru ke Kufa untuk membasmi oposisi dan pemberontak. Akhirnya hal ini mendesak penduduk kota untuk mengingkari janji akan dukungan Husein.
Husein hampir tak mungkin memiliki kekuatan untuk menggulingkan Yazid. Di padang Karbala, Husein dikepung dan dibunuh oleh kekuatan Yazid. Setelah kejadian itu masyarakat mendukung perlawanan terhadap pemerintahan Ummayah. Abdullah menggunakan oposisi terhada Yazid untuk memberontak melawan Umayyah. Pemberontakan ini tak dapat diredam dan yazid meninggal pada 683 M.
Abdullah menyatakan diri sebagai khalifah dan mendapatkan sumpah setia dari penduduk Irak, mesir, dan Suriah. Perpaduan antara politik kesukuan dan pertempuran terbuka, Bani Umayyah mampu mengambil alih kendali kekhalifahan dai bawah Marwah. Dan memadamkan pemberontakan Abdullah pada 692 M.
Bani Umayyah melanjutkan ekspansi militer dengan cepat dan peningkatan perekonomian pada 600-an sampai 700-an.
Penaklukan Lanjutan
Pada 698, khalifah Abdul Malik mengirimkan pasukan untuk menaklukan Kaertago. Musa bin Nusayr, mengirimkan pasukan dan mendarat di dekat pegunungan monolit reaksasa, Jabal Tariq. Penyerbuan ke sepanjang selatan Spanyol berhasil dilakukan. Sejak 711-715 M, Tariq dan Musa menjadikan wilayah semenanjung di bawah kendali Ummayah. Penyerbuan berlanjut ke Galia, dan berhasil .
Pada 711 M, Ibnu Qasim bersama 6000 tentara Suriah, dikirim ke benia India, dibantu pejabat kuil Buddha dan penduduk lokal yang tak puas dengan kekuasaan Dahir berhasil menghancurkan pasukan Sindhi. Dan Dahir terbunuh dalam pertempuran. Dan daerah lain di India segera berada di bawah kekuasaan muslim. Penaklukan ini tidak mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat Sindhi. Ibnu Qasim memberikan kebebasan beragama bagi umat Budha dan Hindu.
Pertengahan 700-an, kekhalifahan Ummayah membentang dari spanyol sampai India. mesikupn biasanya ekspansi dan penaklukan identik dengan pemerintahan yang kuat dan cakap, masih tetap ada rencana untuk mengakhiri Dinasti Umayyah. Rencana ini direalisasikan dengan memanfaatkan kelompok etnis dibawah kontrol Islam yang tidak merasa puas dengan kebijakan sosial Umayyah.
Ekspansi yang sangat cepat menjadikan semakin banyak penduduk non-Muslimyang berada dibawah kendali Muslim. Mereka mendapatkan kebebasan beragama dengan membayar pajak perseorangan yang disebut Jizyah. Karena reaksi ekonomi yang dialami, banyak non-Muslim yang masuk Islam agar membayar pajak lebih rendah. Solusi ini menimbulkan masalah bagi pemerintahan Ummayah. Penerimaan pajak Anjlok, sehingga finansial tidak memungkinkan ekpendisi militer lebih lanjut lagi. Untuk menjaga penghasilan, Non-Muslim yang masuk Islam harus tetap membayar pajak jizyah.
Hal ini merupakan deskriminasi ras yang dilembagakan dan membuat Non-Muslim berada di lapisan bawah masyarakat. Hal ini kontradiktif dengan ajaran Nabi Muhammad. Ketidakpuasan inipun menjadikan Bani Abbasiyah mengambil alih kekhalifahan.
Revolusi Bani Abbasiyah
Bani Abbasiyah menyatakan pemberontakan secara resmi pada 747 M, yang dipimpin Abu Muslim. Revolusi Bani Abbasiyah dengan cepat menguasai Khurasan yang menjadi basis pergerakan. Ia mengirimkan pasukan ke jantung Persia, dengan dukungan penduduk lokal Muslim yang ada disana untuk melawan Umayyah. Kufa, bangkit lagi untuk melawah Ummayah dan mengusirnya. Abu al-Abbas mengambil sumpah setia formal setelah Kufa dibebaskan.
Disisi lain, upaya membangkitan pendukung Umayyah ternyata bukan perkara mudah. Pejabat pasukan suriah hanya berdiam diri menganggap kekuatan revolusioner akan surut dengan sendirinya.
Kekuatan Abbasiyah berhasil memukul mundur pasukan Umayyah dalam perang Zab di Mesopotamia tengah pada 750 M. Satu per satu kota menyerah pada kedaulatan Abbasiyah, keluarga umayyah di buru dan dihukum mati. Hanya tersisa satu anggota keluarga Ummayah yang bernama Abdul Rahman yang nantinya melakukan perjalanan sampai ke Andakusia dan mendirikan emitar Umayah di sana.
Kekhalifahan Abbasiyah
Setelah Abbasiyah berkuasa, mereka tak menemui realitas seperti yang mereka harapkan. Khalifah Abbasiyah melanjutkan tradisi Otoritarian yang pernah mereka cela dari Umayyah. Peran non-Arab dalam masyarakat adalah salah satu hal yang diangkat oleh Abbasiyah. Pemanfaatan orang-orang persia membuat Abbasiyah mengganti ibu kota ke dekat persia.
Pada kekhalifahan kedua, Al-Mansur membuat ibu kota baru di daerah yang bertanah subur di Tigris dan eufrat.setelah dua puluh tahun, Baghdad menjadi kota terbesar di dunia. Pusat kerajaan islam akan menjadi kota metropolitan ilmu pengetahuan, pemerintahan, dan seni saling bersinergis.
Pada masa Abbasiyah, era penaklukan telah terhenti dan era penaklukan Intelektual muslim di mulai.
LIMA
MASA KEEMASAN INTELEKTUAL
Rumah Kebajikan
Jaminan keadilan dan kembalinya pemimpin yang saleh membuat Abbasiyah naik daun pada saat Umayyah terpecah belah. Kerajaannya membentang dari Atlantik dampai Indus pada awal 800-an.
Khalifah Al-Mamun (813-833) berpendapat bahwa masyarakat ideal akan dapat diwujudkan dengan ilmu pengetahuan dan rasionalitas. Ia meyakini dengan mengumpulkan cendekiawan terbaik untuk belajar satu sama lain akan menciptakan kemungkinan yang tak terbatas. Ia mendirikan institut pendidikan di Baghdad yang disebut Rumah Hikmah. Ia juga memberikan emas seberat buku yang diterjemahkan oelh seorang cendekiawan dari bahasa Asli ke bahasa Arab. Pengumpulan cendekiawan si seluruh dunia untuk memajukan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi seluruh dunia. Ada tiga aspek yang menjadikan Rumah Hikmah ini unik, yang pertama, ekspansi yang dilakukan Muslim berhasil meruntuhkan dinding yang sebelumnya menjadi pemisah bagi kelompok yang berbeda. Kedua, arab menjadi bahasa perantara. Ketiga, Islam telah memerintahkan untuk mencari Ilmu.
Matematika
Sumbangan umat Islam terhadap perkembangan matematika hanyalah sebuah monumental. Pemahaman matematika bertujuan untuk mengungkapkan prinsip numerik yang mendasar dan menentukan hukum alam di dunia.
Muhammad bin Musa al-Khawarismi adalah salah satu ilmuwan matemayika Muslim terkenal. Ia berkontribusi dalam penggunaan sistem angka di India dan penyebaran informasinya. Ia meminjam angka India kuno dengan menambahkannya dengan angka Nol. Sembangan terbesarnya adalah perkembangan aljabar yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, seperti pembagian warisan sampai geografi. Matematikawan dari Persia bernama Umar Khayyam menemukan metode pemecahan persaan kubikdan memformulasikan teorema binomia, yang mebantu memechakna maslah ALjaabar dengan mengembangkan dalam penjumlahan, tingkat lanjut pelajaran trigonometri dan kalkulus dapat dikembangkan. Gungsi triginometri merupakan pemahaman dasar tentang bintang yang dapat menghitung dengan tepat posisinya bumi dan sebagai basisi acra kerja system GPS saat ini.
Astronomi
Para astronom dikumulkan untuk mempelajari teori kuno Ptolomeus, yaitu geosentrisme alam semesta,bumi diam, dan semua benda langit bergerak mengelilinginya. Al-biruni menyatakan ptolomeus tidak pernah membuktika bumi tidak bergerak, namun berputar disumbunya. Menurut nya, perhitungan ptolemeus meleset karena tidak memperhitungkan gerak bumi. Akhirnya, saat gerakan muslim menyebarkan seluruh benua, ilmuan seperti koper nikus dan Galileo akan emngembangkan teorin yang kita
terima hari ini. Astornomi memiliki penerepan praktis, salah satunya pengembangan astrolabe untuk menentukan garis lintang dengan menggunakan bintang. Astrolobe merobak dunia sebagai standar navigasi pada 1700-an.
Geografi
Geografi berkembang dari astronomi.Christopher Colombus menenukan bumi itu bulat bukanlah fakta. Para pelaut mengetahui ini saat melihat bagian bawah kapal lenyap dibalik cakrawala sebelum tiangnya. Orang Yunanimjno bahkan tekah menghitung ukuran bumi dan menghasilkan angka yang lebih kecil dari kehalifahan Abbasiyah yang menghasilkan konklusi lebih akurat. Memanfaatkan diameter bumi 12.728 Km dihiutng dengan memanfaat kan trigonometri dan geometri bulan. Usaha besar untuk membuat peta dunia berhasil dilakukan Al-Idrisi dengan akurat dan detail yang tak dapat ditandingi.Peta tersebut hanya menggambarkan bagian dunia yang telah didatangi oleh penjajah, yang menarik adanya daerah tak dikenal. Al-Masudi menuliskan pelayaran muslim pada 889 dari pelabuhan Delba ke wilayah yang belum dikenal.
Kedokteran
Tradisi kedokteran di dunia islam yang berdasarkan pengetahuan Yunani menekannkan studi empiris dan profesi klinis. Meskipun fakta ini hilang di imajinasi popular modern namun masih ada dalam tulidan-tulisan beberapa pemikir kedokteran. Karya mereka menunjukkan era pencerahan dan kemajuan medis sehingga terbentuklah basis kedokteran modern. Galen mempelajari apa-apa yang diwariskan dokter Yunani kuno dan mencapai kemajuan islam di bidang kedokteran. Ia mendukung teori bahwa tubuh terdiri atas 4 cairan yakni darah empedu hitam,kuning dan lender. Sehingga penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Muhamma bin Zakir Al Razi mempertanyakan gagasan Galen. Ia menganggap penyakit fisik tidak hanya diakibatkan ketidakseimbangan cairan, namun disebabkan oleh factor eksternal dan interanalyang harus dipecahkan untuk pengobatannya, ia mengembngkan obat khusus penyakit umum serta mengobati gejala atau penyebab fisik suatu penyakit.
Ibnu Sina yang dikenal avicena merupaka ilmuan serba tahu yang paling pandai. Ia merumuskan teori bahwa semua hal daam tubuh dapat dipahami melalui rangkaian sebab akibat. Ia menyimpulkan penyakit dapat menyebar melalui udara,air atau tanah yang memiliki karakteeristik pengobatan tersendiri. Ia menekankan bahwa obat harus diuji dibawah kondisi terkontrol dan tidak boleh dipercaya berdasarkan teori. Ibnu SIna menuliskan hubunga antara kesehatan mental dan fisik serta menyimpulkan pikiran negative yang menyebabkan penyakit.
Para khalifah dan Emir mendirikan lembaga-lembaga di kota besar di dunia islam untuk menyediakan lanyanan kesehatan gratis bagi yang membutuhkan.
Fisikia
Fisika adalah penerapan rumus matematika pada dunia nyata. Ibnu Al-Haitam yang berasal dari Irak bergabung dengan pusat intelektual yang menjanjikan di Kairo utnuk mempelajari cahaya salah satu gagasan terkemukanya bersumber dari ptolomeus ia berpendapat bahwa cahaya adalah sinar yang dipancarkan dari mata, membentuk objek, dan kembali ke mata sehingga orang bisa melihat. Ia memformulasikan teori ilmiah melalui penelitian empiris dan esperimen. Dan menyimpulkan bahwa cahaya yang dipancarkan mata itu benarbenar mustahil. Baginya cahay memantul dari setia titik objek ke mata dan sejumlah besar sinar cahaya berubah emnjadi informasi yang dapat diproses otak. Dialah yang merncang kamera obskura dan memadukan bidang optic dan astronomi dalam kalkulasi nya tentang kedalaman atmosfer bumi. Mempelopori lensa pembesar hokum gerak geometri analitis kalkulus astronomi dan psikologi eksperimental. Metode ilmiah merupakan warisannya dan memisahkan sain dan filsafta Yunani kuno. Setelah Ibnu Al-Haitam meninggal ilmuan muslim melajnutkan penemuaanya. Revolusi teknologidi dunia islam yang kemudian di pungut oelh Eropa Kristen.
Fikih dan Hadits
Cendekiawan merumuskan bidang fikih melalui oenelitian yterhadap Al-Quran dan tondakan nabi. Tantangan bagi para fikih yaitu mengadaptasi aturan yang telah ada dengan dinamika dunia peradapan islam pada abad berikutnya. Fikih bertujuan untk menerapkan Quran dan tindakan nabi seautentik mungkin. Dan memunculkan mazhab. Pada abad kedelapan muncullah perbedaan pendapat tentang sumber Islam. Menurut Abu Hanafi, jka suatu masalah tak ada di Quran atau hadits,makan dilakukan ijtihad untuk menyelesaikannya. Menurut Malik, pertimbangan dapat diambil dari perilaku keturunan para sahabat nabi. Menurut Muhammad al-SyafiI menyepakati perlunya ijtihad untuk menganalogi situasi yang dihadapi nabi dengan masalah masa ini. Menurut Ahmad bin Hambal bergantun pada hadist disbanding Ijtihad yang kemudian gagasannya disempurnkan oleh muridnya,Muhaam Al-bukhori. Berdasarkan primsip-primsip yang diterapkan berkembanglah 4 mazhab fiqih: Hanafi, Maliki, SyafiI, Hambali. Yang memiliki tujjuan yan sama, menjalankan agama islam semurni mungkin meskipun dalam konteks yang berbeda dari zaman nabi.
Sebagai hasil pertumbuhan ilmu fiqih, studi hadist yang diwariskan dari mulut ke mulut menonjol pada era Abbasiyah. Keraguan menyelinap autentisitas hadist setelah melewati banyak generasi. Munculah Muhahmad Al-Bukhori yang menyampaikan agar sebuah hadist dapat disebut autentik baik kata-kata hadist maupun rantai penyampaian harus diverivikasi.
Teologi
DIdasarkan pada keyakinan keesaan mutlak Tuhan dan ketegasan pesan Nabi Muhaamad menajadi inti teologi. Pertengahan abad ke-8 munculpendekatan ekagamaan baru yang meyakini bahwa rasionalisme digunakan untuk menemukan kebenaran Ilahiyah. Kelompk ini dikenal sebagai Mutazilah. Pada awal 800-an Ahmad bin Hambal mendirikan mazhab Hmabali yang menyatakan tak ada tempat pada penalaran filsafat ketika menghasilkan kesimpulan yang berlawanan dengan kebenaran yang dinyatakan dalam al-quran. Pendekatan literal gagal melawan gagasan dari mutazilah. Saat Al-Ashary menilai tak ada salahnya menggunakan penalaran filsafat untuk memerthanakan penafsiran tersebut. Abu Hamid Al-Ghazali mempelajari mutazilah dan Ashary secara mendalam dan berpendapat bahwa keyakinan seseorang tak boleh di dasarkan seluruhnya pada filsafat, namun logika dapat digunakan untuk melawan gagasan tradisional jika diperlukan.
Syiah
Kelompok ini meyakini bahwa Ali dan keturunannya yang paling berhak menjadi Khalifah. Mereka mempercayai bahwa Abu bakar, Umar, dan seluruh pendukungnya merampas kekuasaan yang menolak hak sah keluarga nabi sebagai pemimpin umat islam yang didasarkan pada paham Iamamah. Bagi Syiah hadist tidak dapat dipercaya karena dukungan politisnya terhdap Abu Bakar, Umar, dan Usman. Namun para imam berkat garis keturunan mereka tidak mugnkin emmnjadi penafsiran yang salah karena mendapat pengakuan khusus dari Tuhan. Cabang utama Syiah dikenal sebagai Imam 12 yang mempercayai sang Imam Ghaib hanya akan turun pada masa untuk memulai utopis dibawah pimpinannya, menyatakan petunjuk dapat ditemukan dalam alquran, hadist yang mereka anggap asli dan perilaku 12 Imam. Kelompok lain yang dikenal sebagai Sabiyah mempercayai hanya pada 7 Imam dan dikenal Zaidiyah mengacu pada penerimaan Zaid sebagai imam terakhir.Ideologi Syiah tidak pernah popular dan dianggap membahayakan bagi islam saat itu,
ENAM
PERGOLAKAN
Setelah 300 tahun pertama sejarah Islam, seluruh umat pasti mengira bahwa kemenangan puncak islam telah dekat. Namun hal itu tidak terjadi karena 900 M, menjadi awal pergolakan bagi dunia Islam yang berakhir dengan kemenangan kerajaan Ottoman pada 1500 M.
Ismailiyah
Sejak awal pertumbuhan syiah yang memiliki pendapat sendiri tetang siapa yang pantas menjadi pengganti Nabi Muhammad dan menolak kekhalifahn dengan imamah. Syiah pun terpecah dalam beberapa sekte yakni kelompok Dua Belah Imam dan Tujuh Imam. Berbeda dengan kelompok Dua Belas Imam, yang mempercayai tak akan akan imam yang lain sampai imam terakhir kembali di akhir zaman, kelompok Tujuh imam meyakini keturunan Ismail terus hidup layaknya masyarakat lain. Yang akhirnya mereka disebut Ismailiyah. Tak lama setelah Ismail menghilang, mereka memperluas dukungan.Pada 903 mereka berhasil mengalahkan Abasiyah dan merebut kendali Dasmaskus, namun hal ini hanya bertahan dua tahun dan mereka dipaksa mundur ke Gurun.
Sejak itu, kaum Ismailiyah merancang strategi lagi untuk menaklukkan daerah dan mebangun pemerintahan yang baru dengan cara meneror Abbasiyah. Puncaknya terjadi pada 952 M, mereka menyerbu Mekah, membantai penduduknya, dan mencuri hajar aswad dari Kakbah dan dipindahkan ke Bahrain. Cara ekstrem yang mereka gunakan justru menjadi ancaman bagi mereka sendiri. Kelompok Islam tradisional tak mengakui jika mereka seorang muslim.
Fatimiyyah
Pada 909 M, kaum Ismailiyah mengakui kembalinya seorang Imam dari keturunannya yang bernama Ubaidillah dengan gelar Al-Mahdi. Fatimiyyah merasa berhak untuk mengambil alih kekuasaan secara menyeluruh dan menegakkan kekhalifahan Ismailiyah melalui Ubaidillah. Setelah mendeklarasikan diri sebagai khalifah, ia langsung menentang otoritas Abbasiyah. Ekspansi yang dilakukan dari daerah basisnya di Tunisia membuahkan hasil yang amat besar. Namun setelah ubaidillah meninggal pada 934 M, Fatimiyyah mengalami kemunduran Ekspansi militernya.
Banyak pemberontakan yang dilakukan kaum Muslim yang tidak puas dengan Ismailiyah dan pandangannya yang terlepas dari Suni. Namun pemberontakan ini tak mampu mengakhiri Fatimiyyah, hanya memperhambat laju perkembangan Ismailiyah.
Desentralisasi politik yang diiringi kepemimpinan yang turun temurun dipimpin para prajurit budak dari tanah Turki menyebabkan kekuatan kekhalifahan Abbasiyah runtuh. Penaklukan Persia dan Mesir mengakibatkan perpecahan dan peperangan antara umat Islam dan ancaman Byzatium memberi kesempatan Fatimiyyah untuk melakukan Invasi Mesir, dan dengan mudah mereka mengalahkan ikhshidiyyah. Kemudian mereka mendirikan kota baru yang bernama al-Qahira (Kairo) dan menjadikan sebagai ibu kota negara terkuat di dunia Islam.
Semangat revolusioner mereka tetap berkobar untuk menjadikan daerah kekuasaan menjadi tanah Syiah Ismailiyah murni. Menjadikan Universitas Al-Azhar sebagai propaganda ismailiyah.
Pada 996-1021, Khalifah al-Hakim berkuasa dengan julukan Khalifah Gila. Kepemimpinannya diwarnai dengan kebruntalan dan penindasan terhadap masyarakat. Penghancuran gereja dan Sinagoge, pelarangan Shalat berjamaah bagi orang muslim, dan lainnya tidak memiliki dasar hukum yang kuat, hanya berdasarkan kehendaknya sendiri. Sampai akhirnya kepemimpinannya berakhir saat ia menghilang secara misterius di Gurun. Dan kekuasaan Fatimiyyah diakhiri oleh Saladdin di perang salib.
Perang Salib
Perang salib merupakan konflik yang terjadi di Jerusalem, sejak 1095 M. Perang ini dimulai dari Asia Tengan, yang memiliki penduduk yang tangguh dalam peperangan, hingga dinasti Abbasiyah menarik keterampilan orang turki untuk mengabdi dalam kekuatan militernya.
Pada 1037 M, Suku-suku Turki yang melakukan migrasi dan masuk Islam mendirikan negara bagiannya yang disebut dengan Kerajaan Seljuk Agung. Seljuk merupakan pelindung kekhalifahan. Pada 1070 M, seljuk berhasil menaklukkan pertempuran melawan Byzantium di Anatiolia timur. Dan melanjutkan ekspansinya ke barat hingga ke pantai yang menghadap Konstatinopel.
Kaisar Byzantium meminta bantuan kepada Paus Urban berupa pasukan untuk merebut kembali apa yang telah hilang darinya. Paus mengerahkan pasukan perang salibnya untuk mengarah ke Jerusalem bukan membantu Alexios maupun melawan Turki, melainkan untuk mendirikan kerajaan kristen Latin di Palestina. Pasukan ini berhasil melintas sampai ke Antionch, kota yang memiliki pertahanan yang bagus, namun karena perpecahan yang terjadi membuat kota ini tak mampu menahan kepungan dari pasukan perang salib. Pada 1099, pasukan Perang Salib berhasil merebut Jerusalem. Melihat hal ini menyebabkan kemarahan orang Muslim, namun mereka tak dapat berkutik. Sampai akhirnya ekspedisi militer Zengi berhasil mengalahkan pasukan perang Salib.
Pembebasan Jerusalem
Pada 1169 M, Saladdin mewarisi jabatan wazir dari pamannya dan membawa pengaruh dan perkembangan yang baik, salah satu keputusannya yakni, pengapusan kerajaan Fatimiyyah. Meski begitu Nur ad-Din tak menyukainya. Setelah Zengi meninggal, Saladdin ke Suriah dengan disambut dukungan dari masyarakat luas.
Pada 1170-an dan 1180-an dunia islam bersatu untuk merebut kembali Jerusalem, sedangkan kondisi pasukan Perang Salib layaknya kondisi Islam pada 1099 M dulu. Namun, tetap saja Saladdin tidak mengambil jalan perang, ia menandatangani perjanjian dengan kerajaan Jerusalem, yang akhirnya dilanggar oleh Reynald de Chatillon. Akhirnya pada 1187, pasukan saladdin benar-benar mengalahkan pasukan di Jerusalem. Ia mengikuti jejak Khalifah Umar dalam memperlakukan penduduk Kristen.
Hanya dua puluh tahun setelah pembebasan Jerusalem, Genghis berhasil menyatukan suku Mongol di Tiongkok untuk melakukan ekspansi terus menerus.
Bangsa Mongol
Pada 1200-an, terjadi ledakan ekspansi oleh bangsa mongol yang identik dengan orang nomaden penunggang kuda yang dapat mendirikan kekaisaran yang amat besar yang membentang dari Eropa Tengah ke Korea dan perbatasan India hanya dengan sapuan ekpansi dengan strategi penciptaan terornya. Selain itu mereka berhasil menaklukkan Khwarezmian dan Bhukara dan menghancurkan ilmu pengetahuan yang berkembang di sana dan merusak semuanya.
Genghis tak lagi meneruskan ekspansinya ke jantung dunia Islam dan meninggal pada 1225. Kemudian Ogedai anaknya yang menggantikannya, ia berhasil menaklukkan Eropa sekejap saja. Namun ekspansi terhenti karena ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Dengan memenfaatkan posisi di kerajaan Mongol, monarki Eropa meminta invasi ke tanah islam untuk membalaskan dendamnya karena perang salib. Akhirnya Mongol memobilisasi pasukan yang di pimpin Hulagu, dengan tujuan melenyapkan kekuatan politik Islam secara total. Dunia Islam yang terpecah dan melemah tak mampu benahan invasi tersebut sehingga dengan mudal Mongol menuntaskan Persia. Selanjutnya berlanjut pada penaklukan Baghdad yang mengakibatkan berakhirnya pusat politik, pengetahuan, dan keagamaan yang tak terbayangkan oleh dunia Islam.
Invasi berlanjut ke Suriah dan berhasil merebut Aleppo dan Damaskus. Hal ini membuat orang Kristen merasa percaya tak akan ada yang dapat menghentikan Mongol dalam menghapuskan Islam dari muka bumi. Namun hal itu tidak terjadi, laju Mongol di Palestina Utara ditahan oleh Kesultanan Mamluk muda dengan menggunakan taktik Kavaleri yang biasa digunakan oleh bangsa Mongol sendiri dan Mongolpun mengalami kekalahan untuk pertama kalinya.
Akhir 1200-an, bangsa Mongol mengalami perpecahan yang mengakibatkan beberapa Ekspansi terhenti. Setelah berhasil menghancurkan sebagian kota besar yang berpengaruh dalam dunia Islam, muncullah banyak pertanyaan yang meragukan kesempurnaan Islam, dan Ibnu Taymiyyah membantah hal tersebut dan mencoba meluruskan kembali pemikiran tersebut agar tidak terjadi politeisme kembali.
TUJUH
AL-ANDALUSIA
Melihat konteks sejarah Islam di luar Wilayah inti Islam sangatlah penting. Seperti Spanyol dan Portugal di Semenajung Iberia yang berbatasan langsung dengan Eropa Kristen.
Pendirian Islam di Spanyol
Setelah menaklukan Afrika Utara oleh Bani Umayyah, laju invasi menjadi lambat. Sampai pada 710-an, pasukan Muslim menjelajah Semenanjung Iberia dan menguasai daerah yang jauh lainnya dalam kekuasaan Islam dengan sangat cepat. Penaklukan ini telah lama diperdebatkan dan dianggap sebagai perwujudan suka dan tidak suka terhadap Tuhanantara kaum Muslim dan Kristen.
Setelah penaklukan, pola permukiman tidak terorganisir. Imigran Berber yang mayoritas pengembala menempati daerah pengembalaan layaknya di Afrika Utara. Sedangkan Suku arab yang mayoritas seorang petani menempati wilayah yang subur dan mendukung pertanian mereka. Pernikahan kedua suku ini dengan penduduk lokal menciptakan keunikan dalam aspek budaya yang tergabung.
Penguasa Umayyah
Sebelumnya Andalusia hanyalah wilayah yang sepi dan jauh dari kekhalifahan Umayyah. Hingga pada 750-an, Abbasiyah menggulingkan kekuasaan Umayyah dan menghabisi seluruh keluarganya.
Abdul ar-Rahman, adalah salah satu anggota keluarga Umayyah yang tersisa dan berhasil melarikan diri ke Damaskus. Ia melakukan perjalanan untuk mencari dukurang dan bantuan di tanah asal ibunya di Beber Afrika Utara. Dari perjalanan jauh ini ia mendapatkan julukan al-Dakhil, sang imigran. Akhirnya ia mendapatkan dukungan dan diangkat sebagai penguasa negara Umayyah, dengan Kordoba sebagai ibu kota.
Dalam masa kepemimpinannya, semua kebudayaan bercampur menjadi satu dibawah bendera Islam. Bahkan Kristen yang ada di Andalusia mengadopsinya. Orang Yahudi mendapatkan kebebasan untuk menjalankan agamanya dan menjadi bagian masyarakat.
Puncak kejayaan Umayyah di Spanyol terjadi pada masa Abdul Rahman III, ia sangan mencintai seni dan ilmu pengetahuan seoerti halnya al-Mamum dari Abbasiyah dan Sulaiman di Ottoman. Kordoba menjadi jembatan untuk Eropa yang terbelakang dan buta huruf dengan kota berkebudayaan tinggi di Dunia Ialam. Spanyol Islam menjadi jalan utama arus ilmu pengetahuan dunia Islam ke Eropa.
Abdul Rahman dan penguasa terdahulu menekankan kesejahteraan dan kesejahteraan melalui masjid yang dibangun secara artistik yang sangat indah sehingga dijuluki sebagai perhiasan dunia.
Karena terlena dengan kenyamanan dan kemakmuran kota Andalusia, penduduk menjadi lalai mempertahankan Spanyol Islam. Hingga akhirnya pada 1009, dengan pasukan yang beranggota Kastilian dan Barber Sulaiman II menggulingkan Bani Umayyah dan menyatakan dirinya sebagai Khalifah. Perebutan kekuasaan dan perang sipil selama 1010-an sampai 1020-an menjadikan persatuan Andalusia rusak dan terbentuklah negara bagian (Taifa) yang saling berebut kekuasaan.
Periode Taifa dan Reformer Berber
Semenjak perebutan kekuasaan Bani Umayyah yang dilakukan oleh raja-raja kecil diseluruh semenanjung, persaingan etnis antara arab Berber dan Muslim Iberia menjadi pusat konflik.
Ketika para raja TaifaI berebut kekuasaan di Andalusia, hasilnya sangat merugikan Islam Iberia. Satu-satunya pemenang dalam perebutan ini adalah negara Kristen bagian Utara. Banyak keuntungan yang diambil orang Kristen dalam konflik ini. Banyak orang Islam membayar orang Kristen untuk memerangi orang Muslim yang lain, hingga mereka kehilangan tanahnya dan Kristen semakin kuat militer dan ekonominya.
Pada 1985 kehancuran Toledo menjadi ancaman bagi negara Taifa atas kekuatan Kristen bahkan yang jauh di selatan. Para raja sadar bahwa mereka tak akan mampu melawan raja Kristen sehingga meminta bantuan dari Dunia Islam lainnya, yang kemudian datanglah bantuan dalam bentuk gerakan yang didirikan di Gurun Maroko yang di sebut Murabitun. Tuhuan gerakan yang dikemukakan oleh Ibnu Yasin adalah memerjuangkan kebenaran, mencegah ketidakadilan, dan menghilanhkan pajak yang tidak sesuai dengan Islam.
Gerakan Murabitun berkembang dengan pesat tanpa penaklukan, melainkan kesederhanaan dan pesan yang dibawanya yang menjadi daya tarik dari gerakan ini. Pada abad ke tujuh, suku berber bergabung dalm persekutuan ini. Menjelang 1130-an, gerakan meluas hingga dari Afrika Utara ke daerah kaya, Ghana, di Afrika Barat.
Saat Reconquista dibawah pimpinan Alfonso VI mengancam eksistensi Spanyol Islam, raja taifa meminta bantuan kepada Murabitun. Pada 1086, Murabitun dibawah pimpinan Yusuf bin Tashfin dikirim untuk memenuhi permintaan tersebut, dan kemenangan pun berada di pihak Islam. Konflik ini masih berlanjut, untuk keduakalinya raja Taifa meminta bantuan kepada Murabitun untuk melawan Alfonso. Serangan ini gagal dan ibnu Yasin kembali ke Afrika karena persaingan antar-raja taifa. Kelemahan internal taifa dan persaingan tersebut membuat Alfonso tak dapat menyerah, dan untuk ketiga kalinya bantuan Murabitun sangat diharapkan. Dalam kedatangannya yang ke tiga, Ibnu Yasin membawa fatwa dari Imam al-Ghazali untuk mengguliangkan raja taifa karena telah melakukan korupsi.
Pada 1090, penaklukan Andalusia dilakukan dibawah pimpinan Ibnu Yasin yang ingin mengakhiri kekuasaan raja taifa. Namun raja Taifa menolak untuk menyerah dan justru bersumpah setia kepada kerjaan Kristen, hal ini membuat penduduk dan para ulama curiga bahwa raja taifa hanya mementingkan diri sendiri dan kekuasaan, nukan mempertahankan Islam. Pemberontakan terjadi untuk mendukung Murabitun dan menginginkan kejayaan yang pernah terjadi di masa lalu.
Dalam sepuluh tahun, seluruh taifa menyerah kepada Murabitun kecuali Zaragoza. Murabitun melakukan ekspansi dan menguasai seluruh Islam di Iberia. Namun mereka gagal untuk merebut kembali wilayah yang telah diambi oleh Kristen yakni Toledo. Kemenangan Kristen dalam beberapa peperangan dan melemahnya kekuatan militer Murabitun mulai memunculkan keraguan di benak penduduk. Karena sangat muak dengan penguasaan Murabitun, pemeberontakan pun dilakukan oleh rakyat.
Muncullah gerakan keagamaan Berber yang baru yang dipimpin oelh Ibnu Tumart di pegunungan Atlas yang dinamai Muwahhidun, monoteisme. Mereka berpendapat bahwa Murabitun telah menyimpang karana jauh dari kesederhanan danterlena dengan kemewahan. Pembaruan keagaam di Andalusia dan Afrika Utara dilakukan oleh mereka. Pada 1120-an dan 1030-an suku Berber beralih kesetiaan dan bergabung dengan Muwahhidun.
Terpusatnya perhatian Murabitun kepada Muwahhidun, menyebabkan terabaikannya militer Andalusia. Sehingga memunculkan periode Taifa yang kedua, periode ini tidak berbeda dengan sebelumnya, mereka mengandalkan kekuatan militer Kristen yang menghabiskan banyak dana.
Pada 1145, Abdul Mumin, penerus Ibnu Turmart memasuki Andalusia dan berhasil menaklukkan Malaga, Sevilla, Kordoba, dan Jean. Pada 1163, menjelang wafatnya Abdul Mumin, seluruh sisa Spanyol Islam menjadi bagian kerajaan.
Kedatangan Muwahhidun mendorong kebangkitan Islam yang berfokus pada ibadah Islam. Namun konflik Keluarga dalam perebutan kekuasaan menimbulkan perang saudara di Andalusia dan majunya kerajaan Kristen membuat Muwahhidun mengalami kemunduran.
Granada
pada 1212, Paus Innocent II menyerukan Perang Salib pan-Eropa untuk menyerang Muwahhidun. Dalam perang al-Uqab, kekuatan Islam benar-benar habis. Setelah jatuhnya Muwahhidun hampir seluruh wilayah di Andalusia dikuasainya, hanya Emirat Granada yang tetap merdeka dengan membayar upeti keoada Castillia dan memberikan bantuan militer kepada mereka. Perekonomian di Granada pun didominasi oleh orang luar. Meskipun dapat bertahan namun pada akhirnya Granada mengalami kemunduran, tradisi Islam yang dituangkan dalam bentuk Artistik yang indah dan megah berhasil mendirikan monumen terakhir. Alhambra yang bercirikan semboyan Emirat Granada Wa la ghalib illallah Tiada pemenang selain Allah diplester di seluruh dinding, menjadi benteng pertahanan selma ratusan tahun sebelum kebangkitan Nasrid.
Pada1482, konflik keluarga terjadi. Emir Granada, Abul-Hassan, digulingkan oleh anaknya sendiri, Abu Abdullah Muhammad XII. Pada masa kepemimpinan Muhammad XII Granada hanya mendapatkan kesengsaraan, pada 1486, ia di tangkap oleh Castalia dan ditahan, aat itu Ayahnya mengambil kembali mahkotanya. Setelah dibebaskan, Muhammad XII terlibat perang saudara dengan pamanya sendiri.
Pada 1490 dan 1491, secara perlahan Spanyol mendekati kota yang sendiri ini. 25 November 1491, ia mengutus wazirnya untuk merundingkan persyaratan penyerahan pada Monarki Khatolik. Secara resmi Granada berada di tangan Spanyol pada 1 Januari 1492.
Morisco
Meskipun sejarah politik Andalusia telah berakhir pada 1492 M, namun pendudukan Islam Spanyol belum berakhir. Ketidakmungkinan Monarki Khatolik untuk mengusir Muslim yang masih bertahan yang hanya akan mengakibatkan kekosongan penduduk di wilayah tersebut membuat Ferdinand dan Isabella mengambil pendekatan toleran terhadap Muslim, dengan tetap mengaja mereka berpindah agama dan memberikan hadiah kepada siapapun yang mau berpindah agama. Orang Islam pun memanfaatkan hal ini dengan masuk Kristen agar mendapatkan hadiah namun tetap menjalankan tradisi Islam.
Akhirnya gereja khatolik mengutus Francisco Jimenez de Cisneros untuk melakukan pendekatan yang lebih keras dengan melecehkan Muslim, menganiaya dan memaksa mereka berpindah agama dengan menangkapnya. Keputusan ini menimbulkan pemberontakan Muslim Spanyol, pihak Khatolik memberikan dua pilihan : mati atau masuk kristen. Orang Islam pun memutuskan untuk masuk kristen namun mereka tetap melakukan tradisi Islam secara sembunyi-sembunyi.
Sampai akhirnya otoritas Spanyol mencurigai Morisco, Bekas Muslim tidak tulus masuk Kristen. Mereka berusaha memisahkan Marisco dari agama dan warisan budaya Islam, usaha ini hanya membuat Marisco semakin teguh dengan keyakinannya. Raja Philip III, memutuskan untuk mengusir selurus marisco dari spanyol dan diizinkan membawa barang-barang mereka kecuali anak mereka yang akan dibesarkan secara Kristen. Pembersihan seluruh orang marisco dan pemadaman pemberontakan dapat dilakukan pada 1614. Meskipun mengalami kejatuhan, Islam mulai bangkit kembali, tempat Ottoman yang akan memeperkenalkan kembali Islam ke Eropa dan memimpin masa keemasan yang baru.
DELAPAN
TEPI
Dunia Islam selalu identik dengan Timur Tengah, sampai mengabaikan kisah yang paling berharga yang berasal dari tempat yang jauh, seperti sub-Sahara Afrika, Tiongkok, dan Asia Tenggara.
Afrika Barat
Di Afrika, kebanyakan umat Islam memilih tinggal di kota sepanjang garis pantai Mediterania. Peradaban yang berkembang di Afrika Utara merupakan campuran dari pengaruh Arab dan Berber. Dari pusat kota di sepanjang pantai Mediterania, penyebaran Islam perlahan ke selatan melintasi Gurun Sahara.
Sekelompok Muslim Berber, Tuareg, mendominasi rute perdagangan dari Afrika Utara ke Sabana Afrika Barat. Pedagang inilah yang membawa Islam ke Afrika Barat. Namun perkembangannya sangat lamban, kebanyakan orang Afrika masih memegang keyakinan mengenai makhluk halus dan peramal selama beberpa generasi. Amat sulit untuk menyebarkan Islam di budaya lokal. Hanya Gerakan Murabitunlah yang mampu menaklukkan Afrika Barat pada abad kesebelasan.
Kerajaan Islam pertama adalah Mali yang didirikan pada 1200-an oleh Sundiata Keita dengan julukan Sang raja singa. Kerajaan ini tembuh menjadi kerajaan terkaya dan terkuat masa itu. Puncak kemakmurannya ada pada masa pemerintahan Mansa Musa (1312 sampai 1337)
Ketika timur tengah berurusan dengan Mongol dan Andalusia menyusut menjadi Emirat Granada, Mali justru tumbuh menjadi entitas politik utama. Namun Mali masih dalam proses Islamisai yang panjang, maka diperlukannya pengetahuan agama yang baik. Akhirnya Musa memanfaatkan kekayaan yang ada untuk membayar para ulama untuk mengajarkan ilmu pengetahuan yang baik.
Setelah Rumah Hikmah Baghdad hancur, Sabana Afrika Barat menjadi pusat ilmu pengetahuan, yakni di Timbuktu. Selain itu Mali juga membawa Abu Ishaq, seorang arsitektur untuk membangun istana, masjid, sekolah di seluruh Timbuktu untuk menyaingi Dunia Islam yang lebih tua. Mali juga mengirim ulama ke Maroko untuk belajar, dan menariknya kembali untuk melayani masyarakat Mali. Dan mendaptkan sebidang tanah dan piagam keistimewaan sebagai imbalannya.
Afrika Timur
Tidak jauh berbeda dari Afrika Barat, penyebaran Islam di Afrika timur juga menempuh cara perdagangan. Telah diketahui bahwa sejak abad ke tujuh Afrika Timur telah menjalin hubungan dagang dengan Jazirah Arab. Perkembangan Islam bejalan sangat cepat. Selain itu Islamisai juga ditempuh melalui jalan pernikahan antara pedagang kaya dengan wanita pribumi, berasimilasi dengan budaya lokal dan membubuhkan nilai-nilai Islam di dalamnya.
Pedangan di wilayah pantai menggunakan bahasa Swahili sebagai bahasa pengantar, bahasa ini meminjam bahasa Arab, namun bahasa ini tetap menjadi bahasa asli Afrika Timur. Menurut informasi yang didapat dari Ibnu Battuta, wilayah pantai bukan hanya menjadi pusat perdagangan namun juga merupakan pusat keagamaan. Bahkan Sultan Mogadishu menggunakan penasihat keagamaan untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Budak Afrika dan Amerika
Islamisasi Afrika merebah hingga menyebrangi Samudra Atlantik di Amerika Utara dan selatan. Pelayaran Colombus mendesak perkembangan kebutuhan tenaga kerja. Awalnya, perbudakan ini akan diambil penduduk asli Amerika, namun hal ini gagal karena hampir jutaan orang meninggal karena sebuah penyakit.
Akhirnya koloni Eropa memutuskan untuk memilih penduduk kulit hitam di Afrika untuk dijadikan budaknya. Mereka bekerja sama dengan Raja Afrika dalam perjualbelian tawanan perang yang dijadikan budak. Budak yang dibawa ke Amerika mayoritas telah memeluk Islam. Meskipun menghadapi kesulitan dalam mengembangkan pengetahuan tentang Islam, akhirnya budak yang telah menghafal Al-Quran mengajarkannya kepada budak lain.
Berbeda dengan budak lainnya, budak Muslim lebih terdidik, bahkan sebagian lebih baik daripada pemiliknya. Mereka mampu membaca tidak seperti budan non-Muslim maupun pemiliknya. Mereka juga sering mendapatkan pekerjaan yang ringan seperti akuntansi dan manajemen perkebunan.
Berabad-abad perbudakan memberikan dampak bagi Muslim di Amerika, pengikisan pengetahuan Islam dari generasi ke generasi. Pada 1800-an, hampir tak ada Islam yang memahami Islam. Sampai akhirnya pada abad kedua puluh, muncullah kelompok agama yang memadukan ritual dan keyakinan Kristen dan Islam untuk memajukan masyarakan berkulit hitam di Amerika.
Tiongkok
Penyebaran Islam juga terjadi di Tiongkok, berbeda dengan wilayah lain, Tiongkok tidak pernah menerima Islam secara keseluruhan, dan tetap menjadi minoritas.
Bermula dari masa Utsman bin Affan yang mengirimkan Said bi Abi Waqqas, sebagai duta ke Dinasti Tang pada 650 M, Islam mulai ada di Tiongkok. Pada 750-an, pemerintah Tang mengundang tentara Islam unruk mengabdi di kemiliteran Negeri Tirai Bambu dan didorong untuk menikah dengan wanita pribumi, serta mendapatakan opekerjaan dan kehidupan yang sejahtera. Namun tetap saja ada penghalang antara Muslim Tiongkok dengan pribumi. Meski kehidupan Muslim terisolasi, wilayah ini menghubungkan Muslim Tiongkok dengan saudara seiman di Arab dan Persia.
Sampai akhirnya penaklukan mongol dapat mengakhiri Isolasi tersebut, pemeluk Islam meningkat drastis karena migrasi secara masal. Kebijakan mongol untuk mengasimilasikan Muslim dalam budaya lokal membuat Muslim diakui sebagai masyarakat lokal sepenuhnya.
India
Kekuatan Islam di India didorong oleh kehadiran bangsa Turki di Dunia Islam. Ekspedisi militer ke pedalaman Turki dipimpin oleh Mahmud, Sultan Turki (997-1030). Tujuh belas tahun ekspedisi ini yang akan menjadi dasar kekuasaan dan kemakmuran kerajaannya. Setelah Mahmud dan Dinasti Ghaznavid menaklukan India, Dinasti Ghurid yang merupakan dinasti setelahnya, memerintah untuk memperluas batas-batas mereka ke Delhi pada 1192 dengan mengandalkan tentara budak dari Turki.
Seiring berjalannya waktu, tentara budak inilah yang menggulingkan kekuasaan tuannya dan mendirikan dinasti Kesultanan.Kesultanan memerintas pada 1206 sampai mughal datang pad 1526. Sultan delhi tidak mengklaim gelar Khlaifah, karena menyadari bahwa Abbasiyah tetaplah otoritas tertinggi dan mereka merupakan penduduk biasa.
Penyebaran Islam dalam era ini dilakukan melalui perantara gabungan dakwah Ulama dan perdagangan Samudra Hindia yang membawa pedagang ke daerah Gujarat dan Bengali.
Asia Tenggara
Pengaruh pedagang dan pendakwah juga memiliki peran penting bagi penyebaran Islam di Asia Tenggara, yang merupakan jalur perlintasan antara pedagang India dan Tiongkok. Sebelum terjadinya Islamisasi, agama yang di anut adalah Hindu dan Budha yang dibawa oleh India. Sebagai buktinya, adanya kerajaan Buddha Sriwijaya di Sumtra dan Medang di Jawa. Namun setelah Islam berkembang di India, terbukalah peluang oenyebaran Islam oleh pedagang dan pendakwah.
Umumnya penyebaran Islam dilakukan dikalangan Raja-raja, kemudian penasihat dan keluarganya, dan akhirnya tersebarlah Islam di kalangan masyarakat. Kebanyakan pendakwah berasal dari Yaman, sehingga menojolkan Mazhab Imam Syafii. Kerajaan Islam pertama di pulau Sumtra yakni Samudra Pasai pada 1200-an. Dan berkembang ketimur ke Malaka pada 1400-an sampai menyebar ke Nusantara, hingga bertahan dari invasi penjajahan.
SEMBILAN
KELAHIRAN KEMBALI
Menurut Ibnu Khaldun, Dinasti memiliki jangka waktu hidup sendiri-sendiri. Dinasti pertama mengalami pertumbuhan yang ekspansif, jauh dari kemewahan dunia. Generasi kedua mengikuti generasi pertama namun sedikit memperhatikan kemewahan dunia. Generasi ketiga sangan jauh berbeda dari generasi sebelumnya yang mengutamakan kemewahan yang mengakibatkan ketidakmampuan dunia Islam mempertahankan kekuasaan dari serangan pihak luar. Dan akan memunculkan kerajaan baru yang akan bertahan lebih lama dari generasi ketika dan berakhir saat perang dunia I.
Asal Mula Ottoman
Serangan Mongol, membuat para penduduk Turki harus melarikan diri ke Asia Tengah dan mengungsi di daerah perbatasan dunia Islam. Sejak Byzantium dikalahkan oleh Seljuk, Anatolia tebuka bagi penaklukan dan pemukiman bangsa Turki. Serang pemimpin militer (bey) bernama Osman mengatur negara tentara kecil yang berada di pinggiran kekaisaran Byzantium. Dan diantara negara kecil (beylik) di Anatolia, beylik osman lah yang bangkit menjadi kekuatan dunia.
Dengan memanfaatkan pengungsi Turki sebagai sumber daya manusia, Osman melakukan perluasan daeran kekuasaan sampai ke wilayah Byzantium. Pada 1299, berdirilah negara Ottoman. Karena pertahanan kota Byzantium yang kuat, Ottoman tidak dapat menggunakan taktik tradisional lagi, mereka mulai menggunakan stategi pengepungan dan menekan lawan sampai menyerah.
Saat orang Byzantium mulai sibuk dengan kekacauan sipil, dan akhirnya melemah, Ottoman justru menjadi lebih kuat dan mempercepat peluasan wilayah. Beylik yang kecil kini menjadi beylik terkuat di Anatolia dan menjadi ancaman yang serius bagi Byzantium. Akhirnya Kaisar dari Byzantium menemui Orhan, anak Osman untuk membayar upeti sebagai jaminan keamanan beberapa benteng Byzantium yang masih tersisa.
Akhir abad keempat belas, Ottoman melanjutkan ekspansinya ke Konstatinopel, Sultan Orhan dan anaknya, Murad I, menegakan otoritas Ottoman dengan memanfaatkan perpecahan Byzantium. Hukum perang Islam pun berlaku, karena Ottoman menekankan pada tradisi Islam. Ottoman melanjutkan tradisi yang dibawa oleh Abu Bakar yang melakukan penaklukan dengan toleran dan adil.
Periode Ekspansi terbaik Ottoman terjadi pada masa sultan keempat, Bayezid I (1389-1402) dengan julukkannya yildrim, halilintar. Julukan ini didapatnyakarena mampu menggerakan tentara ke Eropa dan Asia dengan cepat. Berekspansi ke Eropa Kristen, melawan musuh Turki dan mengislamkan Mongol.
Prestasi ini menjadi pemicu bagi penguasa Muslim laiinya yang ingin menjadi penakluk besar berikutnya. Timur, pemimpin Mongol berusaha untuk mengembalikan otoritas Mongol. Pada 1402, Timur dan Beyzeid bertemu dalam perang Ankara, dan hasilnya Ottoman kalah mutlak. Wilayah ottoman dibagi kepada keempat anak Beyzeid oleh Timur.
Sebelas tahun kemudian, terjadilah perang saudara antara keempat anak Beyzeid yang berusaha untuk memperebutkan status pewaris tunggak atas kerajaan ayahnya. Sejak 1400-an mereka terlibat dalam peperangan dan pada 1413, Mehmet lah yang menjadi pemenangnya dan menyatukan wilayah kerajaan. Ottoman yang menekankan Islam sebagai faktor pemersatu berhasil menarik kembali para pemimpin Turki dibawah kendali Ottoman. Dengan menetapkan sistem Gilda yang mengatur praktik manufaktur dan urusan bisnis lainnya dengan memanfaatkan identitas islam Turki membuat kekaisaran Ottoman bangkit dengan basis ekonominya. Tradisi militer juga berperan dalam upaya penyatuan kembali melalui Korps prajurit elite yaitu janissaries.
Pada masa Sultan Murad II (1421-1444 dan 1446-1451), Ottoman terus mengekspansi wilayah Byzantium dan hanya tersisa Konstatinopel dan sekitarnya. Murad mencoba merebut Konstatinopel dan menghapus sisa kekaisaran Byzantium namun pengepungannya gagal.
Kemenangan Kekaisaran Ottoman
Pada 1451, Mehmet II naik tahta saat berusia 19 tahun. Kerajaan yang multi-etnis, fleksibel, dan kuat menjadi kekuatan utama di Eropa Tenggara dan Anatolia. Kekaisaran ini menjadi jembatan antara Eropa dan Asia yang menekankan arti penting penggabungan warisan keduanya. Pada masa ini, mendukung cendekiawan ilmu pengetahuan untuk berkembang bersama seniman Krisen Eropa.
Namun terdapat dua ganjalan bagi Mehmet, yang pertama, kemungkinan ia tidak dieprcaya oleh negarawan yang lebih tua kerena umurnya masih tergolong muda dan belum berpengalaman. Ganjalan yang kedua, konstantinopel yang mengganggu perdagangan dan gerakan militer Ottoman meskipun keadaannya sudah tidak sekuat dulu.
Mehmet memutuskan untuk menaklukan kota tersebut dengan menggunakan teknik dan pasukan baru. Ia membangun benteng di pinggiran Selat Bosphorus, di seberang benteng yang telah di bangun Bayezeid I sebelumnya. Tujuannya untuk menyumbat jalur air dan mencegah Byzantium mencari pertolongan dari wilayah laut hitam. Mehmet juga menyuruh insinyur Hungaria untuk membuat senjata kanon untuk menghancurkan dinding kota yang sanget kuat. Mehmet juga mengumpulkan pasukan sebanyak 100 ribu tentara.
Pada saat itu, terjadi perpecahan di Konstatinopel yang menguntungkan Mehmet, karena dengan begitu akan sulit menyatukan Konstatinopel dalam pertahanan ataupun meminta bantuan kepada pihak lain. Pasukan Mehmet tiba di benteng kota pada April 1453. Dan penaklukan berhasil dilakukannya. Pada 29 Mei 1453, Mehmet dikenal sebagai Sang Penakluk, dan menjadikan kota Konstantinopel menjadi ibu kota pemerintahan. Serta menerapkan Istanbul yang menyatukan budaya lokal dan Islam dalam praktik kehidupan.
Masa Keemasan Ottoman
Sang penakluk terus memperluas wilayah Ottoman secara militer. Namun ekspedisi ke Itali untuk merebut Roma dibatalkan karena ia meninggal pada 1481. Penerusnya, Bayzeid II dan Salim I meneruskan ekspedisi militer dan ekonomi. Pada masa pemerintahan Salim, Dinasti Safavid berhasil dikalahkan dan merebut seluruh kesultanan Mamluk di Mesir. Dinasti ini menjadi semakin religius, bertanggung jawab terhadap perlindungan Mekah, Madinah, dan Jerusalem. Sultan Salim I juga mewarisi gelar sebagai Khalifah Ottoman pertaman.
Kekaisaran Ottoman sebagai negara Islam tidak menindas ataupun menaklukan penduduk Non-Islam, justru memberikan izin kepada orang Kristen dan Yahudi membentuk komunitas semi-otonom dengan sistem millet, sehingga mereka diperbolehkan memilih pempimpinnya sendiri yang akan mewakilinya dalam pemerintahan Ottoman. Kerajaan ini memiliki kemampuan melayani masyarakat dan mengambil manfaat dari apa yang bisa disumbangkan oleh masyarakan kepada kerajaan.
Masa keemasan Ottoman berada pada pemerintahan Sultan Suleiman (1520-1566). Pada masa itu Ottoman dapat memegang kendali Semenanjung Balkan, Pegunungan Kaukasia, dan persia. Ekspansi terus menerus menyongkong perekonomian yang sudah cukup kuat karena perdagangan. Ia juga melakukan penulisan ulang hukum kerajaan yang berlaku bersama Ebussuud Efendi. Sejak saat itu ia dikenal dengan sebutan kanuni yang berarti sang pembuat hukum.
Saat sulaeman meninggal kekuasaan beralih ke Salim II, namun ia tidak begitu cakap dalam administrator maupun memimpin perang. Invasi keliru pada 1571 ke Siprus membuat front Kristen melawan Ottoman. Supremasi Ottoman di Mediterania lenyap selamanya setelah Eropa Kristen memenangkan telak atas Turki dalam perang Lepanto. Penaklukan Ottoman berakhir pada abad keenam belas.
Safavid
Setelah kebangkitan Ottoman sebuah kerajaan baru terbentuk di Timur. Asal mula kerajaan Safavid sama halnya dengan kerajaan Ottoman dalam beberapa aspek, namun sangan berbedda dalam struktur keagamaannya. Meskipun sebagian besar masyarakat persia tergolong suni sejak ppenaklukan pada 600-an masehi, gerakan syiah mulai berkembang di utara, dengan dipimpin sufi Turki dan dikenal sebagai Safavid, yang mengadopsi Dua Belas Imam Syiah sebagai keyakinan resmi.
Safavid melakukan serangan bersenjata kedaerah yang dominan dengan Kristen terutama Kaukasus untuk menciptakan sebuah kerajaan. Pada akhir 1400-an, terjadi perlawanan dari pangeran suni di persia dan pemimpin safavid terbunuh dan kekuasaannya jatuh kepada anak tertuannya yang masih berumur dua tahun. Saat masih kecil ia disembunyikan oelh tentara Qizilbash, dan saat sudah dewasa ia memimpin perang melawan Azerbaijan. Dan berhasil menaklukannya.
Kemudian Ia menyatakan diri sebagai raja dan membenarkan keyakinan yang selama ini di anut dengan membawa Ulama syiah dari luar kerajaan. Ia juga menyebarkan Syiah dan melawan Suni Ottoman. Tentu saja raja Ottoman tidak berpangku tangan saat orang luar mengganggu kerajaannya dan menyebarkan Islam dengan versi yang tak Ortodoks.
Pada 1514, ottoman menyerbu Safavid, yang menghasilkan kemenangan kepada Ottoman. Ismail melarikan diri dan di duga menghabiskan sisa hidupnya dalam depresi dan pecandu alkohol. Namun kemenangan ini bukanlah perebutan wilayah secara utuh, namun hanya sebuah sarana permformalan batas-batas antara Ottoman suni dan Safavid.
Kerajaan Ismail mencapai masa kejayaannya pada pimpinan Shah Abbas (1587-1629), yang memusatkan perhatian terhadap kebudayaan persia. Miniatur Persia menjadi bentuk artistik yang dominan dan mempengaruhi seni negara tetangga. Selain itu, seni mendongen persia juga semakin berkembang, tata perkotaan yang dituangkan dengan bangunan-bangunan yang indah menjadi kemansyuran kota ini.
Mughal
Kerajaan Mughal berdiri tahun 1483-1530 oleh penakluk Turki dari Asia Tengah, Babur. Awal masa kepemimpinannya tidak terlalu berhasil. Usaha menaklukkan beberapa kota pun tak berhasil dilakukannya, hingga pada 1526, ia berhasil mengalahkan Delhi dan menjadi Raja Delhi.
Pada abad keenam belas, Mufhal memperluas wilayahnya, dan membiarkan penguasa lokal berkuasa dengan membayar kesetiaan kepadanya. Sama halnya dengan Ottoman, Mughal juga menyatukan bergam manusia dan tradisi. Dan pada masa Kaisar Akbar percampuran budaya ini mencapai puncaknya. Akbar menciptakan aliran agama baru Din-e Illahi, yang lebih berpusat pada perilaku daripada ketuhanan. Agama ini tidak bertahan lama.
Kembalilah kepada Islam tradisioanal yang memuncak pada masa Aurangzeb. Masa kekuasaannya ditandai dengan peningkatan aktivitas militernya dan kepribadiannya yang alim yang didukung dengan Ilmu pengetahuan Islam. Ia juga mengumpulkan Ulama hukum untuk membuat Hukum Islam sesuai kebutuhan Muslim India. ia menghancurkan kuil-kuil Hindu untuk pertahanan politik, sebagai gantinya ia membangun kembali kuil-kuil tersebut.
Tiga Kerajaan Miseu
Kerajaan Mesiu lahir dari sisa-sisa invasi Mongol yang terdiri dari Ottoman, Safavid, dan Mughal yang mewakili bangkitnya dunia islam kembali. Superioritas di bidang teknik ditunjukan dengan penggunaan Mesiu dan meriam dalam skala besar oleh Ottoman, yang diikuti oleh Safavid dan Mughal.
Meskipun ketiga negara ini memiliki banyak perbedaan namun mereka memiliki satu inti budaya yang sama, yakni Islam. Fokus utama bagi dunia Islam modern adalh pandangan tentang persatuan Pan-Islam yang tampaknya tak layak lagi. Beberapa upaya dilakukan untuk menyatukan pan-Islam namun saat kerajaan mesiu bangkit, kegunaan kerajaan pan Islam melesap.
SEPULUH
KEMUNDURAN
Permasalahan Kerajaan Ottoman
Kebangkitan yang signifikan yang dialami oelh Ottoman diikuti dengan kemunduran secara perlahan. Alasan utama kemunduran adalah ketidakmampuan Ottoman untuk mendapatkan kemenangan yang meyakinkan di medan perang. Kegagalan menaklukan Wina membuat batas-batas kemampuan militer nampak jelas dalam perjanjian Karlowitz (1699). Ottoman dipaksa menyerahkan wilayah sesuai dengan perjanjian dan memberikan perlindungan kepada orang kristen. Eropa menggunakan konsep itu untuk terus memecah wilayah Ottoman. Penurunan ekspansi yang dilakukan Ottoman berdampak pada perekonomiannya karena tidak lagi menghasilkan barang rampasan.
Selain dalam bidang militer dan ekonomi, perkembangan yang dialami Eropa menjadi faktor kemunduran Ottoman. Perekonomian Eropa yang berkembang karena hasil tambang emas dan perak membuat Ottoman mengalami Inflasi yang tinggi. Selin itu di bidang intelektual, Eropa juga mengalami perkembangan yang signifikan dengan memanfaatkan terjemahan dari karya-karya Islam. Eropa juga mengambil peran dalam bidang politik.
Meskipun banyak faktor kemandekan namun tak dapat menghapuskan seluruh capaian Ottoman. Perang dan perjanjian passarowitz benar-benar menunjukan kemunduran Ottoman. Usaha untuk mengambil kembali Yunani selatan justru membuat Ottoman semakin kehilangan wilayah-wilayahnya. Pemecahan seluruh wilayah hanya terhalang oleh pecahnya revolusi Prancis. Perjanjian dengan Prancis yang memberikan hak istimewa perdagangan khusus untuk kerajaan yang ditandatangani Sultan Salim I, membuat sebagian besar perdagangan luar negeri berpindah kendali ke tangan Eropa. Hal ini membuat Ottoman menjadi sangat tak berdaya yang berujung penyerahan kedaulatan di wilayah sendiri.
Reformasi Liberal
Kerajaan Ottoman melakukan reformasi agar tetap nbertahan. Reformasi pertman dilakukan pada masa Mahmud II (1808-1839). Ia melakukan reorganisasi pemerintahan dengan gaya Eropa. Mengangkat para menteri untuk beberapa urusan kerajaan. Mengajarkan bahasa Prancis di sekolah-sekolah, dan mengganti cara berpakaian dengan gaya eropa. Muncullah oposisi Ulama yang tidak setuju degan reformasi ini. Namun hal itu tidak membuat goyah reformasi ini.
Reformasi berlanjut pada masa Abdulmajid I (1839-1861) dan Abdulaziz (1861-1876), yang mengantarkan Tanzimat untuk reorganisasi. Perubahan ini meliputi pos modern, bank nasional, sensus, reformasi pajak, parlemen kuno,dan lagu kebangsaan. Sistem pendidikan dibongkar dengan sistem Prancis. Penggantian kode hukum lama dengan kode hukum baru menggunakan sistem Prancis. Menanggalkan tradisi Islam dengan pendekatan Liberal dan sekuler dari Eropa.
Disamping sekularisme, muncullah nasionalisme yang menjadi ancaman bagi Ottoman. Untuk memeranginya dimunculkan gagasan Ottomanisme, namun hal ini tidak berhasil memerangi nasionalisme. Reformasi ini gagal memperlambat kemunduran negara Ottoman. Era Imperialisme dan Kolonialisme dimulai.
Pan-Islamisme
Kekuasaan Ottoman pada masa Abdulhamid membawa reformasi baru, yekni mengembalikan kekuatan tradisional kesultanan. Pemberhentian konstitusi yang telah ditulis oleh wazir agung. Pengembalian aspek dinasti Ottoman : kekhalifahan. Selain itu ia juga mengadakan serangkaian proyek untuk mengembalikan Islam Ortodoks. Mempermudah perjalanan haji, dengan membangun jaur kereta yang melintasi kerajaan, terutama jalur Hijaz yang melintas dari Istanbul ke Madinah. Untuk memreorganisasi birokrasi pemerintahan menjadi lebih efisien dan kompetitif dalam menghadapi Eropa, ia menunjuk Wasir agung sebagai penanggung jawabnya. Penasihat militer Jerman dipanggil untuk memodernisai dan melatih pasukan Ottoman. Mendatangkan kapal perang dari Inggris, Prancis, dan Amerika. Serta memperluas pendidikan untuk menyaingi Eropa. Mesipun telah melakukan semua itu, Abdulhamid tidak dapat membendung perkembangan liberalisme dan sekularisme.
Abdulhamid diberhentikan oleh golongan rahasia, Turki Muda pada 1909. Namun kesultanan tetap berlanjut selama dua generasi. Namun hanya sebagai boneka dari pihak Turki Muda.
India
Mughal terdiri dari beragam raja dan gurbernur yang menyatakan kesetiaan kepada kaisar. Kematian Aurangzeb yang digantikan dengan pemimpin yang tidak cakap membuat otoritas terpusat menjadi tidak stabil dan perpecahan kerajaan mulai terjadi pada masa Muhammad Shah. Munculnya kerajaan-kerajaan kecil yang dipimpin oleh raja Hindu dan Islam menjadi dominan di benua India.
Pashtum berkembang menjadi negara Afganistan yang berhasil merebut wilayah Mughal dan Safavid. Sikh mendominasi militeristik di Punjab. Maratha mampu menaklukan sebagian besar India Utara dan tengah, namun disingkirkanoleh Agfanistan. Dan Inggris mulai menguasai perekonomian dengan memanfaatkan British East India Company sepagai kekuatan politik di India dan menghancurkan kompetisi ekonomi pedagang lokal.
Keadaan berubah saat tentara India yang bekerja di pasukan East India Comapny, Sepoy memberontak karena Inggris telah melumasi minyak babi pada peluru meisu yang harus digigit untuk membukanya. Hal ini bertentangan dengan hukum Islam maupun Hindu. Mesikpun pemberontakan ini hanya berujung kekalahan namun dapat mempercepat berakhirnya kekuasaan Inggris.
Afrika, Asia Tenggara, dan Asia Tenggara
Di Mediterania muncul tradisi penyerangan dan pertahanan antara Islam dan Eropa yang terus tumbuh. Angkatan laut Eropa yang didukung kekuatan luar negeri berhasil menjatuhkan pertahanan Afrika Utara. Eropa yang telah sampai ke daratan Afrika Utara dengan membombardir kota utama, Aljazair dan Tripoli. Hanya dalam waktu singkat, Aftrika Utara jatuh ke tangan musuh. Dan Prancis menancapkan koloni di Aljazair pada 1830. Tunisia juga ditaklukan pada 1881. Saat negara Eropa mengklaim wilayah Maghribi sebagai miliknya, Kekuasaan Islam di Maghribipun berakhir pada abad sembilan belas.
Pada 18882 Inggris dan Prancis menyerbu Mesir. Mereka berhasil mengalahkan kaum Nasionalis dan menyangga dinasti Mehmet Ali. Negara-negara di Afrika barat yang berbasis perdagangan pun jatuh di tangan kolonialisme Eropa. Selain itu Inggris juga melakukan Imperialisme di Afrika Timur dengan memaksa Oman untuk bersepakat menanamkan pengaruh dalam pemerintahan. Inggris juga memecah Oman dan Zanzibar dan kemudian melemahkannya. Sistem pecah belah yang diterapkan Imperialisme Eropa berhasil membuat Afrika Utara menjadi tanah jajahan.
Asia Tengah
Peran utama dalam penaklukan Wilayah Islam diambil oleh Rusia. Dengan memanfaatkan ikatan ekonomi yang ada, Rusia mulai menaklukan wilayah Asia Tengah dibantu dengan jalur kereta api yang menghubungkan wilayah tersebut dengan pusat kekuatan Rusia di Barat. Gerakan maju rusia ini menjadi peringatan bagi Inggris. Kekuatan kedua negara ini memecah belah Asia Tengah yang lebih dikenal dengan Pertandingan Barat. Rusia mempu menaklukan Turki pada akhir abad.
Kecenderungan Kolonialisme Eropa yang mengeruk keuntungan dari negara Islam berlanjut ke Nusantara. Dengan mengembangkan kerajaan dagang, Belanda mampu menaklukan kepulauan Nusantara pada abad kesembilan belas. Yang berlanjut hingga perang dumia kedua.
Pada 1800-an, konsep memecah belah dan menaklukan benar-benar berhasil dalam ledakan pertama Imperialisme Eropa di Dunia Baru. Sampai akhirnya dunia Islam dikuasai Eropa seutuhnya.
SEBELAS
GAGASAN LAMA DAN BARU
Periode seratus tahun setelah wafatnya nabi Muhammad, menjadi saksi penyebaran kontrol politik Islam sari Prancis sampai India. mengalami banyak perkembangan dan kejayaan. Sampai terjadinya perang salib dan invasi Mongol yang menyebabkan kemunduran. Namun Islam masih dapat bangkit kembali. Sampai akhirnya kemunduran dan penaklukan Eropa menjadi masalah teologis yang mulai mempertanyakan kedudukan agama Islam sebagai agama yang benar. Para cendekiawan muslimpun berusaha untuk menjelaskan masalah tersebut.
Pendekatan Barat
Setelah ditaklukan oleh bangsa barat. Tak semua mengingat kembali bagaimana Islam mencari model yang bisa di tiru. Banyak orang di dunia Islam mengadopsi nasionalisme dan sekularisme yang berharap meniru kebangkitan Eropa untuk berkuasa di seluruh dunia. Banyak orang yang lebih mengadopsi budaya barat dalam segala aspek kehidupan hingga aspek politik dan pemerintahan. Masyarakat dan Islam Tradisional sekarang dianggap lemah dan terbelakang. Gagasn ini muncul melalui Kristen Arab.
Revivalis Tradisional
Usaha pertama untuk membangkitkan tradisional dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Ia menganut tradisi hambali yang menekankan pada keunggulan tradisi kenabian yang autentik di atas segalanya. Ia berpendapat bahwa ia dan pengikutnya harus kembali ke bentuk islam yang murni.
Gagasan kebangkitan generasi awal mempengaruhi pemikir Islam di seluruh dunia terutama mengingat gelombang kedatangan Barat. Shah Waliullah mencetuskan filsafat sosial berorientasi Islam dan memainkan peran besar di benia India.
Tak semua pembaru menentang gagasan barat, bahkan ada yang menyatukan hal-hal yang dianggap bermanfaat dari barat dengan Islam. Di Universitas Al-Azhar pengaruh budaya barat semakin meningkat. Hassan al-Banna, berusaha memadukan modernisasi barat dengan nilai Islam tradisional dengan mendirikan organisasi yang bernama Ikhwanul Muslimin yang berusaha menyatukan nasionalisme arab dengan nilai-nilai dan aktivitas sosial.
The Partition/Sekat/Pembagian/Penyekatan
Pada akhirnya, bukan nasionalisme Arab atau Turki yang memimpin tatanan politik baru di timur tengah. Tiga pasha berpengaruh pada pemerintahan Ottoman, berada di pihak Jerman melawan Inggris, Prancis, dan Rusia. Jerman memanfaatkan perang ini untuk mendaptkan kembali mesir dan memperoleh penghapusan utang luar negeri yang besar.
Inggris merekayasa kekacauan politik dehingga mereka tak mampu mengatasi kekalahan yang terjadi. Kekalahan ini menggema ke Eropa yang berharap dapat mengeploitasinya. Dengan janji membuat kerajaan arab bersatu, inggris memintaHusain untuk melakukan pemberontakan terhadap Ottoman. Husain berhasil menyapu sisi barat Jazirah dan memungkinkan penaklukan Jerusalem oleh Inggris. Inggris tak bermaksud memberikan seluruh kekuasaan dikuasai pribumi Islam dan mengadakan negosiasipembagian wilayah anara prancis Husain.
Kebangkitan Negara Bangsa
Control politik islam telah mati saat perang dunia pertama. Penaklukan wilayah dan lingkungan intelektual menjadi bukti runtuhnya politik Islam. Bangkitnya nasionalisme Negara-bangsa di seluruh bangsa islam dipicu dari kebangkitan nasionalis Arab-Turki yang disertai batas acak yang ditarik Eropa.
Untuk melawan pendudukan Asing, Mustafa Kemaml mengumpulkan rekan sebangsa untuk terjun ke perang dunia pertama dan mengusir penjajahan pada 1919 dan 1922. Kebangkitan ini disusul oleh banyak Negara yang memperjuangkan kemerdekaan.
Pada periode 1960-an kemerdekaan disepanjang sub sahara Afrika telah tercapai. Di Asia,tenggara juga mulai muncul gerakan kemerdekaan melawan imperialisme Inggris dan Belanda.
Islam dan Sekularisme
Sejarah islam yang selalu berulang, menunjukan bahwa setelah periode lemah karena invasi,Islam terus bangkit dan mengembalikan kejayaannya. Namun kerajaan Islam tradisional tak kan pernah muncul lagi karena telah dipecah-pecah oleh batas acak wilayah eropa.
Di Asia Selatan, Pakistan Timur terpecah menjadi Bangladesh dan memecah potensi Negara yang menjadi penyeimabang kekuatan India. Bagian terbesar kegagalan disebabkan adanya pergeseran ideology yang tegas dalam politik Islam.
Pada 1200, konsep islam benar-benar lenyap dalam Negara islam yang baru merdeka dengan menyatukan Islam masa lalu dan berorientasi pada islam masa sekrang yang menganut paham sekuler. Mereka meyakini pembenahan politik Islam dapat dilakukan melalui pendidikan, pembenahan struktur politik dan pelyanan yang baik terhadap masyarakat. Namun sebagian dari mereka beranggapan bahwah politik islam sudah berakhir. Dikotomi ini terjadi di seluruh dunia islam.